Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Upah Minimum Naik, Pengaruhi Pasar Modal Khususnya Emitem

Sejumlah daerah sudah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2023.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Dok/Fahmi
Penangung jawab (Pj) Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Bangka Belitung Fahmi Al Kahfi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah daerah sudah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2023.

Dengan adanya penetapan kenaikan UMP 2023 ini, rupanya berpengaruh terhadap beberapa faktor di pasar modal khususnya kepada emiten-emitem.

Kebijakan kenaikan upah itu mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum 2023.

Kenaikan UMP ditetapkan dalam rentang maksimal 10 persen.

Penanggung jawab (Pj) Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi menyebut, hal ini membuat para emitem harus menyiapkan strategi-strategi baru agar biaya tambahan tetap terkendali. 

"Karena kenaikam UMP Maksimal 10 persen semestinya emiten-emiten yang performanya baik selama pasca pandemi ini masih bisa mengantisipasi dengan baik terkait hal tersebut. Dengan kondisi fundamental ekonomi indonesia yang cukup kuat sampai saat ini masih menjadi penopang keberlanjutan penguatan ekonomi kita," jelas Fahmi kepada Bangkapos.com, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: UMP Bangka Belitung Tahun Depan Alami Kenaikan, Bagaimana Gaji Honorer? Ini Tanggapan Ketua DPRD

Baca juga: Temuan Puing Helikopter yang Jatuh di Perairan Belitung Timur Dibawa ke Jakarta untuk Identifikasi

Menurutnya, upaya-upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menambah porsi portofolio investasi dan diversifikasi aset, karena kondisi ekonomi yang masih belum pasti akan ke arah mana ditahun depan.

"Peningkatan jumlah pendapatan harus di iringi dengan pertambahan porsi passive income, agar lebih memiliki persiapan untuk hal-hal yang tidak di inginkan, belajar dari pengalaman krisis akibat covid-19 yang tidak diprediksi," ungkapnya.

Baca juga: Lima Pemuda di Bangka Selatan Nekat Bobol Sekolah, Tiga Pelaku Masih di Bawah Umur

Kata Fahmi, diperkirakan investasi memang akan menguat seiring menguatnya prediksi ekonomi di Indonesia.

"Tapi kemungkinan di awal tahun 2023 , karena biasanya di akhir tahun atau desember akan ada windowdressing," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved