Breaking News:

400-500 Pekerja Tewas dalam Proyek Piala Dunia Qatar, Apa Penyebabnya?

Selama mempersiapkan Piala Dunia, Qatar membangun tujuh stadion raksasa, hotel, dan memperluas bandara negara, jaringan kereta api, serta jalan raya.

(Qatar 2022 Supreme Committee)
Stadion Al Janoub salah satu venue Piala Dunia 2022 Qatar yang menggelar sebanyak 7 pertandingan. 

BANGKAPOS.COM - Pejabat Qatar yang bertanggung jawab untuk Piala Dunia 2022, Hassan al-Thawadi mengatakan jumlah pekerja migran yang meninggal dalam proyek terkait Piala Dunia adalah antara 400 dan 500 orang.

Dilansir The Guardian, Sekretaris Jenderal Komite Tertinggi untuk pengiriman dan warisan, membuat pengakuan dalam sebuah wawancara dengan acara televisi.

 “Perkiraannya sekitar 400,” kata Thawadi pada acara TV Piers Morgan Uncensored. 

“Antara 400 sampai 500. Saya tidak punya angka pastinya, itu yang sedang dibicarakan," lanjutnya.

Ia mengatakan, meski setiap tahunnya standar keselematan telah ditingkatkan, tewasnya para pekerja tak terhindari.

Al-Thawadi pun mengatakan bahwa nyawa satu orang sunggu berarti.

Baca juga: Ada Cerita Cinta di Piala Dunia 2022 Qatar, Bintang Timnas Korea Selatan Diisukan Kencani Model

Baca juga: Wanita di Belitung ini Dihamili Polisi, Hanya Dinikahi Siri Lalu Ditalak Setelah Anaknya Lahir

Baca juga: Rekap Top Skor Piala Dunia 2022, Alvaro Morata Susul Mbappe dkk

“Satu kematian terlalu banyak, sesederhana itu. [Tapi] setiap tahun standar kesehatan dan keselamatan di situs meningkat, setidaknya di situs kami, situs Piala Dunia, yang menjadi tanggung jawab kami," ujarnya.

Selama mempersiapkan Piala Dunia, Qatar membangun tujuh stadion, hotel, dan memperluas bandara negara, jaringan kereta api, serta jalan raya.

Banyak pekerja diduga meninggal terkait pekerjaan tersebut.

Dikutip dari Kontan, ada sekita 2 juta pekerja migran yang mengerjakan proyek konstruksi besar di negara itu.

Setelah wawancara, kelompok advokasi Fair Square menungkapkan kemarahan mereka atas komentar Thawadi.

“Ini hanyalah contoh terbaru dari kurangnya transparansi Qatar yang tidak dapat dimaafkan tentang masalah kematian pekerja. Kami membutuhkan data yang tepat dan penyelidikan menyeluruh, bukan angka samar yang diumumkan melalui wawancara media.

Penyataan tesebut juga membuat kelompok tersebut murka. Banyak yang menuntut dilakukannya investigasi lanjutan soal apa yang menjadi penyebab para pekerja ini meninggal.

FIFA dan Qatar masih memiliki banyak pertanyaan untuk dijawab, paling tidak di mana, kapan, dan bagaimana orang-orang ini meninggal dan keluarga mereka menerima kompensasi.”

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved