Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Info Pasar ! Harga Cabai Turun, Bawang Merah Melambung

Harga cabai rawit dan cabai merah beranjak turun. Sementara harga bawang merah mulai melambung tinggi, pekan ini.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Cabai merah besar dan cabai rawit di pasar induk pembangunan Kota Pangkalpinang, Jumat (2/12/2022). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)  

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga cabai rawit dan cabai merah beranjak turun. Sementara harga bawang merah mulai melambung tinggi, pekan ini.

Pantauan Bangkapos.com di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, harga cabai rawit kini berkisar Rp40.000 per kilogram atau Rp5.000 per onsnya.

Pedagang menduga penyebab dari penurunan ini karena seiring melimpahnya cabai hasil panen raya.

Seperti disebutkan Didi pedagang cabai di Pasar Pembangunan Pangkalpinang. Katanya harga cabai rawit di tempatnya kini Rp45.000 atau per ons Rp6.000.

"Kalau komoditas cabai memang menurun, tapi terbilang normal lah tidak banyak juga turunnya. Kalau cabai besar sekarang Rp40.000," ujar Didi saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (2/12/2022).

Hanya saja kata Didi, harga bawang merah yang kini mulai merangkak naik. Sebelumnya bawang merah hanya Rp32.000, kini menjadi Rp38.000.

"Hanya bawang merah yang naik lagi ini, kemarin bahkan sempat Rp32.000, tapi yang beli sekilo jarang orang-orang biasanya beli per ons aja," sebutnya.

Senada dengan Didi, Bambang pedagang cabai di pasar yang sama juga mengaku kini komoditas cabai sedikit menurun.

"Yang naik hanya bawang merah sekarang kami jual Rp37.000, kalau cabai menurun iya cuma tidak terlalu banyak lah, tidak sampai Rp20.000," ungkap Bambang.

Bahkan menurutnya, kini para pedagang mulai mewaspadai kenaikan bahan pokok seperti bawang, cabai, dan komoditas lainnya jelang akhir tahun.

"Yang pertama barang susah masuk biasanya karena angin kencang, gelombang tinggi jadi stok terbatas harga naik. Biasanya setiap akhir tahun gitu selalu naik," jelasnya. Kami sudah siap-siap jelang akhir tahun kenaikan bahan pokok ini," tambahnya.

Bahkan sebelumnya, menurut Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Bangka Belitung, penurunan komoditas cabai ini turut menjadi penyumbang deflasi gabungan dua Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan November 2022.

Meskipun sebetulnya, Pangkalpinang menyumbang inflasi 6,36 persen (y-on-y), dan Tanjungpandan 3,87 persen (y-on-y). Komoditas utama penyumbang inflasi dari bensin, tarif angkutan udara, dan bahan bakar rumah tangga. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 


 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved