Breaking News:

Berita Pangkalpinang

MGMP Bahasa Indonesia Gandeng UST Yogyakarta, Bekali Guru Ilmu Inovasi Pembelajaran Era Digital

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Pihak FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
istimewa
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Bangka Barat bekerjasama dengan FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogjakarta menyelenggarakan Workshop Inovasi Pembelajaran Era Digital secara virtual pada Jumat, (2/11/2022). (Foto Shanta) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Pihak FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Inovasi Pembelajaran Era Digital secara virtual pada Jumat, (2/12/2022).   

Pemanfaatan media pembelajaran berfungsi suntuk mempermudah guru menyampaikan materi pembelajaran juga sangat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber dari FKIP UST Yogyakarta, yakni Dosen PGSD FKIP UST, Dr Anang Sudigdo dan Dosen PGSD FKIP UST, Shanta Rezkita.

Dosen PGSD FKIP UST, Dr Anang Sudigdo menyampaikan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Literasi Digital. "Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bisa  menggunakan YouTube," ujarnya kepada Bangkapos.com, Jumat (2/12/2022).

Anang Sudigdo menampilkan contoh pembelajaran yang sudah dilakukan menggunakan YouTube. 

Pembelajaran tersebut di antaranya dalam keterampilan berbicara, membacakan teks berita, pidato, dan bercerita ataumendongeng. 

Selain menggunakan media YouTube juga disampaikan media pembelajaran Augmented Reality.

Sementara itu, Dosen PGSD FKIP UST, Shanta Rezkita  menyamapiak  E-Modul Ajar sebagai pembelajaran: Project Bassed Learning Berbasis Kearifan Lokal.

Dia menyampaikan tentang pembuatan E-Modul Ajar menggunakan Canva.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia jenjang SMP Bangka Barat, Marhaen Wijayanto mengatakan pembelajaran inovatif mutlak untuk menghadapi siswa yang berasal dari  era 4.0 dan generasi Z. 

"Guru dihadapkan siswa dengan karakteristik sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Siswa milenial di era digital sangat identik dengan kemudahan-kemudahan yang berasal dari teknologi,” kata Marhaen.

Untuk mendapat sumber belajar yang mumpuni, dalam kegiatan tersebut MGMP Bahasa Indonesia menjalin kerja sama dengan UST serta beberapa kampus terkemuka di Jawa Tengah dan DIY.

Selain itu, MGMP Bahasa Indonesia berencana membangun jaringan komunitas guru Bahasa Indonesia dan lintas mapel di seluruh Indonesia. ( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved