Breaking News:

Berita Bangka Barat

Tidak Ada Komunikasi Diduga Sebabkan Dua Kapal Terlibat Tabrakan di Perairan Selat Bangka

Tabrakan kedua kapal itu terjadi di Perairan Selat Bangka, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (1/12/2022) dini hari.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Para ABK Kapal MV Serasi I dievakuasi ke Pelabuhan Limbung Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (1/12/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penyebab kecelakaan laut yang melibatkan Kapal MV Serasi 1 bermuatan 497 kendaraan dengan MV Batanghari Mas mengangkut peti kemas, diduga disebabkan tidak ada komunikasi antara keduanya atau human error.

Hal tersebut disampaikan Bagian Lalulintas Angkutan Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muntok, Abdurrahman Fajrin, kepada Bangkapos.com melalui sambungan telepon pada Jumat (2/12/2022).

Diketahui, tabrakan kedua kapal itu terjadi di Perairan Selat Bangka, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (1/12/2022) sekitar pukul 00.25 WIB.

Kapal MV Serasi 1 berlayar dari Pelabuhan Patimban tujuan Belawan, sedangkan MV Batanghari Mas bertolak dari Palembang tujuan Tanjung Priok.

Akibat kejadian itu, Kapal MV Serasi 1 kandas dan karam. Sedangkan, Kapal MV Batanghari Mas kondisinya belum diketahui pasti. Namun, tetap melanjutkan pelayarannya.

Mengenai aturan lalu lintas laut, kata Rahman, sapaan akrab Abdurrahman Fajrin, sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Pelayaran. Aturan itu dinamakan Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL).

Di dalam aturan itu, kapal-kapal yang berada di jalur pelayaran yang sama harus berkomunikasi, seperti berpapasan, mendahului, dan berhadapan dengan kapal lain. Sehingga, tidak terjadi kecelakaan laut maupun lainnya.

"Sebenarnya, mereka (kapal-kapal, red) sudah paham dengan aturan itu. Bagaimana situasi saat berlayar temasuk berpapasan, mendahului dan berhadapan dengan kapal di depannya, harus berkomunikasi. Semua sudah diatur di sana," kata Rahman.

Kalau mereka sudah paham dengan aturan itu, lanjut dia, mestinya tidak terjadi kecelakaan laut. Sedangkan, kondisi cuaca saat kejadian di perairan itu tidak begitu buruk.

"Kecelakaan ini terjadi kemungkin disebabkan beberapa faktor, seperti kelalaian, sedangkan di Selat Bangka alur pelayanan sempit. Karena sempit, berarti berlayar harus dengan kecepatan aman, terus komunikasi seperti apa antara kapal," jelasnya.

Sebelumnya, kata Rahman, Kapal MV Serasi 1 ini sudah memanggil Kapal MV Batanghari Mas melalui telekomunikasi radio yang ada di kapal. Namun, Kapal MV Batanghari Mas tidak menjawab.

"Setelah tanya antara kedua nakhoda ini, untuk nakhoda Kapal MV Serasi 1 dengan Nakhoda kapal MV Batanghari Mas ini tidak ada komunikasi. Maka terjadilah tabrakan," imbuhnya.

Seperti yang disampaikan Kepala KSOP Kelas IV Muntok pada saat konferensi pers di Kantor KSOP, Kamis (1/12/2022) kemarin, dugaan sementara penyebabnya kecelakaan tersebut adalah human error.

"Karena sudah tahu kapal berhadapan tidak berkomunikasi. Jadi tidak tahu maunya ke arah mana antara kapal itu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved