Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hadiri Perayaan Natal BkSG Komisi Wanita Pangkalpinang, Molen Ajak Masyarakat Saling Berkolaborasi

Maulan Aklil menegaskan, dirinya sebagai kepala daerah siap menjamin tak akan ada konflik SARA di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, menghadiri acara ibadah dan perayaan Natal Badan Kerja Sama Gereja-Gereja (BKSG) Komisi Wanita Kota Pangkalpinang di Gereja Bethany Hope Ministry (BHM), Senin (5/12/2022) petang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajak masyarakat terus saling berkolaborasi satu sama lain. Terutama untuk menolak isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan, dalam konsep kehidupan berbangsa dan bernegara dengan masyarakat heterogen, tentunya masyarakat harus mengurangi kompetisi. Hal ini dilakukan untuk tidak melupakan mimpi besar bangsa Indonesia.

"Jadi kurangi kompetisi, perbanyak kolaborasi. Karena kita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI, red) harga mati," kata dia kepada Bangkapos.com usai menghadiri acara ibadah dan perayaan Natal Badan Kerja Sama Gereja-Gereja (BKSG) Komisi Wanita Kota Pangkalpinang di Gereja Bethany Hope Ministry (BHM), Senin (5/12/2022) petang.

Maulan Aklil menegaskan, dirinya sebagai kepala daerah siap menjamin tak akan ada konflik SARA di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini. Menurutnya, dengan perbedaan justru membuat suatu bangsa menjadi tambah kuat.

Caranya, dengan tetap menyamakan visi dan misi dalam membangun suatu daerah. Dengan begitu, apa yang dicita-citakan bangsa Indonesia dan Kota Pangkalpinang pada umumnya, dapat terealisasi. Terutama dengan tetap bergandengan tangan, dan bersama.

"Don't worry (Jangan khawatir, red) kalau kita seperti ini terus, kita satu visi dan misi. Saya selaku kepala daerah di Pangkalpinang akan menjaga ini, kerukunan kebersamaan kita ini," tegas Molen, sapaan akrab Maulan Aklil.

Molen memaparkan, sikap saling menghargai dan menghormati merupakan perwujudan dari sikap toleransi bangsa, yang selama ini telah melekat menjadi jati diri masyarakat dalam keberagaman.

Seperti di Kota Pangkalpinang dengan kondisi masyarakat yang heterogen. Sikap toleransi sangat dijunjung tinggi sehingga terbangun keamanan dan kenyamanan masyarakat. Bahkan dengan perbedaan justru menjadi penguat suatu bangsa.

"Sekali lagi saya tekankan, saya ini muslim. Muslim yang sebenarnya itu yang tinggi toleransi, saling menghargai, saling menghormati. Inilah kita dengan perbedaannya, justru ini bisa memperkuat kita," tegasnya.

Meskipun begitu, kata Molen, pihaknya sendiri membuka diri apabila ada tokoh agama lain yang ingin mengundang dirinya di setiap acara keagamaan. Hal ini untuk bersama-sama memajukan bangsa Indonesia dan Kota Pangkalpinang.

"Kepada semua yang hadir pada hari ini, saya ucapkan terimakasih, ini wujud suka, dan bahagia kami, saya dan istri hadir di sini bersama mereka semua,"ucap Molen.

Dalam kegiatan itu, ia bersama istrinya Monica Haprinda berbagi doorprize kepada para jemaat. Ia membagikan uang tunai sebesar Rp5 juta kepada sembilan orang yang beruntung.

Sementara itu, Ketua BKSG Komisi Wanita Kota Pangkalpinang, Ester Lubis, mengatakan, perayaan Natal Tahun 2022 ini merupakan suatu anugerah yang luar biasa. Ini setelah dua tahun terakhir perayaan Natal dibatasi, karena pandemi Covid-19.

Pada masa pandemi di rasa cukup miris. Terlebih dengan adanya segala pembatasan, sehingga satu sama lain tak bisa duduk berdekatan, bahkan mereka yang merupakan sepasang suami istri.

"Bahkan sampai memakai masker, dan kita juga tidak kenal dengan orang lain apabila tidak dibuka maskernya," ucap Ester.

Dia menyebut, saat ini terdapat 49 gereja yang ada di Kota Pangkalpinang. Dari jumlah itu, baru sebanyak 28 gereja yang masuk ke dalam naungan BKSG Komisi Wanita Kota Pangkalpinang.

Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan pendekatan yang gereja yang belum masuk naungannya. Caranya dengan melakukan ibadah rutin ke setiap gereja, pada Senin minggu pertama setiap bulannya.

"Jadi saya sebagai ketua mengajak ibu-ibu supaya datang dan hadir mengikuti acara ibadah rutin yang telah kita lakukan setiap bulannya. Semoga semakin diberkati ke depannya," ucapnya. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved