Breaking News:

Inilah Pentingnya Curhat Bagi Wanita, dr Aisah Dahlan: Bukan Mencari Kesimpulan atau Penyelesaian

Dia mengibaratkan, jika ada perempuan yang sedang curhat karena sedang sakit kepala kepada pasangannya, maka niscaya curhatan yang disimak

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Seminar Perempuan Berdaya yang digelar DPPKBP3A Bangka Tengah menghadirkan dr Aisyah Dahlan sebagai pemateri di GSG Selawang Segantang, Koba, Senin (5/11/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Curahan Hati (Curhat) seolah-olah sudah menjadi bagian penting dalam dari seseorang karena dianggap mampu menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi. 

Namun entah mengapa, curhat lebih identik dan lebih sering dilakukan oleh kaum perempuan dibanding kaum laki-laki.

Praktisi Neuroparenting Skill, dr Aisah Dahlan menyebutkan bahwa yang paling membedakan antara perempuan dan laki-lai adalah otak bicara atau otak bahasanya 

Kata dia, hal tersebut telah diteliti tahun 1999 dalam penelitian di Institute Of Psychiatry, London tentang 'Lokasi yang mengendalikan bicara dan bahasa dalam otak laki-laki dan wanita berbeda'.

"Dari penelitian itu, pada laki-laki, ternyata otak bicara yang mengatur masalah perbendaharaan kata hanya diatur atau disimpan pada bagian otak sebelah kiri," jelasnya saat mengisi acara seminar perempuan berdaya, Senin (5/11/2023) di Koba, Bangka Tengah.

Sedangkan pada perempuan, otak bicaranya ada berada pada bagian otak sebelah kiri dan kanan.

Hal itulah yang mendasari perempuan lebih suka dan lebih banyak bicara ketimbang laki-laki.

"Perempuan memang selalu bicara, tapi kalau sedang curhat, perempuan hanya ingin selalu disimak," ungkapnya.

Dia mengibaratkan, jika ada perempuan yang sedang curhat karena sedang sakit kepala kepada pasangannya, maka niscaya curhatan yang disimak oleh pasangannya itu sudah menjadi obatnya.

"Sementara kodratnya lelaki, kalau sudah mendengar curhatan tersebut akan langsung muncul tanggung jawab untuk menawarkan solusi," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa otak perempuan tidak menyimpan masalah seperti otak laki-laki.

Masalah bagi perempuan terus berputar-putar di dalam kepalanya.

Aisah berujar, cara efektif perempuan melepaskan masalah dari kepalanya adalah membicarakan masalah tersebut untuk mengungkapkannya.

"Karena itu, saat seorang perempuan berbicara di akhir harinya, tujuannya adalah untuk melepaskan ganjalan hatinya, bukan untuk mencari kesimpulan ataupun penyelesaian," ujarnya.

Sangat berbeda, laki-laki curhat tanpa suara dengan diri mereka sendiri.

Ketika seorang laki-laki duduk sambil menatap sesuatu, sebuah alat scan otak memperlihatkan bahwa laki-laki itu sedang berkomunikasi kasi dengan diri mereka sendiri, di dalam kepalanya.

"Makanya buat perempuan, kalau pasangan anda sedang cemberut atau ada masalah, jangan langsung dipaksa untuk bercerita atau curhat. Berikan dia ruang, karena akan ada waktunya dia curhat dengan sendirinya tanpa perlu diminta," imbuhnya.(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved