Breaking News:

Berita Kriminalitas

Eks Pemimpin BPRS Cabang Toboali Untung Lesmana Jadi Bulan-bulanan JPU saat Jadi Saksi Kasus Korupsi

Dalam sidang lanjutan tersebut, Untung dicecar sejumlah pertanyaan. Salah satunya, soal Tupoksi Untung sebagai pemimpin cabang yang dikritisi JPU.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Novita
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Mantan Pemimpin Cabang BPRS Toboali, Untung Lesmana, saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Kelas 1A Pangkalpinang, Rabu (7/12/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mantan Pemimpin Cabang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah ( BPRS) Toboali Untung Lesmana menjadi bulan-bulanan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.

Untung menjadi bulan-bulanan, saat menjadi saksi perkara korupsi pembiayaan Al-Murabahah pada BPRS Bangka Belitung Cabang Toboali untuk tujuh orang terdakwa di Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Kelas 1A Pangkalpinang, Rabu (7/12/2022).

Mereka adalah Andri Padri alias Paten (Appraisal & Legal), Afdal (Swasta), Basti (Account Officer), Bambang Ermanto (Account Officer), Yusman (Account Officer), Abdul Rohim (Account Officer) dan Yogi Aru Sastrawan (Account Officer).

Dalam sidang lanjutan tersebut, Untung dicecar sejumlah pertanyaan. Salah satunya, soal Tupoksi Untung sebagai pemimpin cabang yang dikritisi JPU.

Bahkan Untung dinilai tidak fokus dan plin plan dalam menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkannya JPU di muka persidangan.

"Saya melihat Saudara Saksi (Untung, red) ini bingung, tidak konsentrasi dalam menyimak dan menjawab pertanyaan kami," kata Zulkarnain, satu dari empat JPU.

Untung juga dinilai abai dalam menjalankan fungsi kontrol jabatan dirinya sebagai pemimpin cabang, sehingga BPRS Toboali menelan kerugian kurang lebih Rp 530.000.000 akibat ada beberapa agunan yang fiktif dalam beberapa pembiayaan.

Pasalnya, Untung tidak melakukan verifikasi secara detail dokumen hingga agunan yang diajukan nasabah.

"Kalau verifikasi mulai dokumen, agunan hingga terjadinya kredit macet, Bapak tahu tidak? Apa di AO dan Marketing saja setelah itu selesai? Apa Bapak sebagai pimpinan cabang tidak tahu? Enak betul tugas bapak," kata Zulkarnain dengan nada tinggi.

Sementara Untung mengaku dirinya tidak mengetahui jika agunan enam nasabah, yakni Asmana, Yopiko, Febriansyah, Masnaini, Hidayatus Sofwan dan Saklim tersebut, ternyata fiktif.

Dia berdalih, verifikasi dokumen hingga agunan tersebut menjadi tugas dari Acount Officer (AO) dan Marketing.

Begitu juga soal adanya tunggakan dari nasabah yang diakui Untung baru dia ketahui dari laporan bulanan.

"Seharusnya memang ada laporan itu ke saya, cuma itu tugas AO dan Marketingnya, saya tidak mengetahui satu per satu nasabah yang mana," kata Untung menjawab pertanyaan JPU.

Sebelumnya, Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Babel, pada Rabu (12/10/ 2022) lalu menahan tujuh orang tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pembiayaan Al-Murabahah pada BPRS Bangka Belitung Cabang Toboali.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved