Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Minat Warga Pangkalpinang terhadap Beras Lokal Tinggi, Beras Merah Bisa Terjual 200 kilogram Sehari

Kebutuhan beras di Bangka Belitung masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Hal ini mengingat produksi beras lokal di daerah masih terbatas.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Bangkapos.com/Sela Agustika
Aktivitas jual beli beras lokal di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang, Rabu (7/12/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kebutuhan beras di Bangka Belitung masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Hal ini mengingat produksi beras lokal di daerah masih terbatas. Padahal minat terhadap beras lokal sendiri terbilang tinggi.

Pedagang beras lokal dari Desa Rias Bangka Selatan, Rahmat yang sekitar lima tahun terakhir menjual beras lokal, mengemukakan, minat masyarakat membeli beras baru, khususnya beras merah atau beras putih, tinggi.

Dia menyebut, varietas beras merah dalam satu hari bisa terjual hingga 200 kilogram. Sedangkan penjualan beras baru putih di kisaran 100 hingga 150 kilogram per harinya.

"Peminat beras lokal ini lumayan sangat tinggi. Pertama, untuk beras lokal ini kan beras baru, tanpa pengawet, terus dari segi teksturnya juga lebih pulen. Apalagi untuk beras merah yang banyak peminatnya, sehari bisa 200an kilo," tutur Rahmat kepada Bangkapos.com, Rabu (7/12/2022).

Setiap panen padi, beras yang dihasilkan selalu terjual habis, bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berbeda dengan beras impor yang dijual di toko, Rahmat mengatakan, beras lokal bisa bertahan dua hingga tiga bulan.

"Kebetulan saya juga punya sawah, jadi untuk padi ini, dua kali masa panen. Setiap panen, beras yang sudah jadi ini selalu terjual habis bahkan kurang. Terus karena tanpa pengawet, jadi setelah digiling jadi beras, biasanya kalau udah lebih dari dua bulan ada kutunya, dan juga teksturnya juga sedikit kayak berdebu," jelasnya.

Dikatakan Rahmat, peminat beras lokal Desa Rias bukan hanya masyarakat Bangka Belitung, namun juga dikirim ke luar daerah seperti Palembang dan Jakarta.

"Untuk beras ini kita jual ke berbagai daerah, baik itu di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Kota Pangkalpinang. Tapi khusus yang beras merah, peminatnya bukan di daerah tapi juga di luar daerah yang memang kita punya merek tersendiri. Seperti untuk pengiriman ke Palembang dan Jakarta," imbuhnya.

Adapun harga beras baru yang dijual bervariasi, tergantung jenis beras yang ditawarkan. Seperti beras merah dijual mulai dari Rp15 ribu per kilogram, beras putih jenis cipari Rp11 ribu per kilogram, dan beras putih jenis inpari 42 dijual Rp12 ribu per kilogram.

"Harga dari beras tergantung dengan varietasnya, untuk inpari 42 yang harganya lebih tinggi dari cipari ini tekstur berasnya lebih pulen, semakin mahal harganya. Kualitasnya juga semakin bagus," kata Rahmat.

Yuli, seorang warga penggemar beras lokal, mengaku sudah satu tahun terakhir mengonsumsi beras lokal. Dia memilih mengonsumsi beras baru hasil panen sawah lokal karena memiliki tekstur yang lebih pulen dan tanpa bahan pengawet.

"Kalau beras baru ini kan lebih wangi, pulen juga, terus yang pastinya, bisa kita lihat tanpa bahan pengawet juga jadi lebih aman," ucap Yuli. ( Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved