Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

1.763 Orang Ikut Seleksi Calon Anggota PPK, Rendy Tergiur Honor Rp2,2 Juta

Setiap calon Anggota PPK memiliki alasan tersendiri yang berbeda-beda mengapa tertarik ikut seleksi. Demikian pula Rendy, warga Bangka Tengah.

Editor: Novita
Dokumentasi Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, Jumat, 9 Desember 2022 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Antusias masyarakat Bangka Belitung (Babel) melamar menjadi Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPK) Pemilu 2024 cukup tinggi. Sebanyak 1.763 orang telah mendaftar dan mengikuti tes tertulis di tujuh kabupaten/kota pada 5-7 Desember 2022 kemarin.

Setiap calon Anggota PPK memiliki alasan tersendiri yang berbeda-beda mengapa tertarik ikut seleksi. Demikian pula dengan, Rendy (bukan nama sebenarnya) warga Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, Bangka Tengah.

Secara gamblang dia mengatakan ikut seleksi calon Anggota PPK Pemilu 2024 di daerahnya karena alasan ekonomi. Apalagi belum lama ini, dia kehilangan pekerjaannya karena dipecat.

"Terpaksa ikut daftar PPK lagi karena saat ini nyari kerja susah. Apalagi saya habis dipecat dan
adanya cuma peluang menjadi PPK inilah. Honornya juga lumayan, Rp2,2 juta untuk anggota," kata
Rendi kepada Bangka Pos, Kamis (8/12/2022).

Meski demikian, dia berharap Pemilu 2024 mendatang tidak seperti Pemilu 2019 lalu.

"Semoga enggak terulang. Saya juga berharap semoga bisa lulus sampai akhir," ujarnya.

Alasan berbeda diungkapkan peserta lainnya Robi Permana (23) asal Desa Namang, Kecamatan
Namang, Bangka Tengah. Ia mengaku tertarik melamar anggota PPK karena ingin berkontribusi pada Pemilu 2024.

Robi yang telah mengikuti tes tertulis berharap, dirinya bisa lolos ke tahap selanjutnya karena sebagai seorang pemuda dirinya sangat ingin menjadi PPK dan berharap Pemilu 2024 mendatang bisa berjalan baik dan mulus.

"Semoga Pemilu 2024 nanti lebih baik dari pemilu sebelumnya dan tidak ada terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan," imbuhnya.

Sementara pelamar PPK yang telah lolos tes tertulis, Sri Kirana (46) asal Kecamatan Rangkui mengatakan, keikutsertaannya berawal dari aktifnya dia dalam kegiatan masyarakat di kelurahannya.
Sri pun mengaku memiliki segudang pengalaman dalam pesta demokrasi Pemilu, dikarenakan sudah menjadi Ketua PPS sejak 2009 lalu.

"Alasan saya memang selalu ingin menyukseskan Pemilu, bahkan dari Pemilu 2009 sampai 2019
saya menjadi Ketua PPS," ucap Sri.

Sri membeberkan pengalamannya saat menjadi Ketua PPS, di mana dia sempat dirayu guna memihak satu di antara partai politik.

"Ada cuma itu tadi balik lagi, saya gak mau. Ditawarin datang ke rumah bisa gak gabung, tapi saya bilang saya mau independen dan menyukseskan Pemilu, jadi saya tolak," tegasnya.

Tahap Aduan

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved