Breaking News:

Penjualan iPhone Jelang Natal Terancam Terganggu, Ratusan Karyawan Apple di Australia Mogok Kerja

mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karyawan Apple di Australia yang menuntut perbaikan jam kerja serta kenaikan upah....

(Gizmochina)
Logo Apple 

BANGKAPOS.COM, SYDNEY -- Ratusan karyawan Apple di Australia bersiap mogok kerja.

Hal itu dilakukan menjelang jelang libur natal dan tahun baru 2022.

Adapun aksi mogok kerja yang diikuti 200 dari 4.000 karyawan Apple rencananya akan digelar di outlet-outlet ritel Apple pada tanggal 23 Desember 2022, mulai pukul 15.00 waktu setempat hingga menjelang malam natal.

Melansir dari Reuters, mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karyawan Apple di Australia yang menuntut perbaikan jam kerja serta kenaikan upah.

Para pekerja yang tergabung dalam Anggota Serikat Pekerja Ritel dan Makanan Cepat Saji (RAFFWU) meminta agar Apple mau menyepakati kenaikan gaji tahunan serta menyetujui pembagian jam kerja, sehingga karyawan tak lagi diwajibkan untuk bekerja dua hari di akhir pekan.

Baca juga: Harga Hp Samsung A13 Desember 2022 Super Murah, Empat Kamera, Baterai Jumbo, Ram Lega, Chipset Gahar

Baca juga: Ibu Erina Gudono Viral Jelang Nikahan Putrinya dengan Kaesang: Pelukan Terakhir Masih Saya Rasakan

Baca juga: Jadwal Perempat Final Hingga Final Piala Dunia 2022, Rekor Masing-masing Timnas

“Pemogokan Natal ini adalah cara bagi anggota kami untuk mengambil kembali waktu mereka bersama keluarga dan teman-teman sementara manajemen terus menolak untuk memberikan pekerja hak daftar minimum yang paling dasar," kata sekretaris RAFFWU Josh Cullina.

Meski baru wacana namun mogok kerja ini diprediksi dapat memukul penjualan iPhone, mengingat selama libur panjang Natal dan Tahun Baru penjualan produk Apple seperti iPhone hingga jam pintar, biasanya mencatatkan periode penjualan tertinggi.

Diperkirakan mogok kerja ini akan berlangsung di seluruh Australia.

Namun dampak kerugian penjualan paling besar akan terasa di distrik Brisbane, Adelaide, dan Newcastle. Lantaran ketiga wilayah itu memiliki anggota RAFFWU paling banyak.

Tak hanya memukul pendapatan Apple di sejumlah outlet di Australia, mogok kerja ini juga berimbas pada penurunan laba di perusahaan pusat yang ada di California.

Aksi mogok kerja seperti ini bukanlah kali pertama yang dilakukan Apple, sebelumnya buruh Apple di Maryland AS pada Juni lalu sempat melakukan mogok kerja karena menuntut kenaikan gaji.

Kemudian di Oktober pekerja Apple kembali menggelar mogok kerja satu hari penuh.

"Anda tidak bisa memberikan harga pada keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi," kata salah satu pekerja yang akan ikut aksi mogok kerja tapi tidak bersedia disebutkan namanya karena khawatir menjadi incaran manajemen.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Turut Mendoakan Pernikahan Kaesang-Erina: Semoga Diberkati Allah

Baca juga: Daftar Line-up Brasil vs Kroasia Malam Ini, Livakovic Bisa Bubarkan Tarian Samba? Tonton di Sini

Baca juga: Lima Pemain Kunci Timnas Brasil Jelang Lawan Kroasia di Perempat Final Piala Dunia 2022

Baca juga: Polisi Akhirnya Hentikan Kasus Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres, Tak Ditemukan Tindak Pidana

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved