Tribunners
Sumber Daya Manusia di Era Globalisasi
Kedudukan sumber daya manusia bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai penggerak dan penentu proses produksi.
Oleh: Erza Agistara Azizah, S.Psi
Mahasiswa Pendidikan Magister Profesi Psikologi Universitas Airlangga Surabaya
Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, sumber daya manusia (SDM) atau karyawan sangat penting.
Kedudukan sumber daya manusia bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai penggerak dan penentu proses produksi dan segala aktivitas organisasi.
SDM merupakan perencana, pelaksana dan penentu daya saing perusahaan.
Oleh karena itu peran penting manusia dalam persaingan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam jangka panjang, organisasi harus memiliki nilai lebih dari organisasi lain.
Organisasi yang mempengaruhi pasar secara efektif apabila dapat memperhatikan keunggulan yang dimilikinya dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan organisasi lain (Bangun, 2012)
Era globalisasi ditandai dengan terciptanya lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, kebutuhan yang semakin kompleks, sehingga diperlukan strategi bisnis yang tepat dan memiliki keunggulan dalam bersaing agar perusahaan dapat bertahan dalam persaingan.
Perubahan kebutuhan yang semakin kompleks baik dari segi pelayanan maupun perkembangan teknologi yang mendorong organisasi atau perusahaan untuk mengembangkan sumber daya manusia sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan dan dapat terus bersaing dengan perusahaan atau organisasi lain.
Pengembangan tersebut harus dilakukan melalui identifikasi yang tepat, perencanaan dan anggaran yang cermat sesuai dengan kemampuan organisasi.
Pengembangan dan pelatihan merupakan respons terhadap perkembangan teknologi informasi yang lebih cepat yang dapat diberikan kepada sumber daya manusia.
Tindakan ini dirancang untuk membantu mereka mempelajari spesifikasi pekerjaan baru dan meningkatkan kinerja.
Pengembangan dan penerapan strategi tersebut secara otomatis dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan dalam operasional perusahaan.
Michael Porter mengungkapkan pendapat yang sama bahwa SDM merupakan salah satu elemen dan sistem organisasi yang dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif dalam organisasi (Porter, 1985).
Oleh karena itu, perusahaan harus benar-benar memperhatikan kualitas dan kompetensi sumber daya manusianya ketika mengelola sumber daya manusia yang ada untuk dikembangkan melalui pendidikan, pelatihan atau proses pengembangan.
Permasalahan SDM di Era Globalisasi
Kemudahan yang memanjakan semua orang dari segala lapisan ini sebenarnya ialah jawaban dari perkembangan zaman.
Walau begitu, jika dilihat dari sudut pandang berbeda, bagi negara berkembang seperti Indonesia, mengejar semua itu bukanlah hal mudah. Sebab, melihat dari sumber daya manusia di negara berkembang, SDM di negara berkembang menjadi faktor dominan yang mempengaruhi dalam aspek kegagap teknologian.
Sumber Daya Manusia (SDM) di negara ini sudah seharusnya dibentuk dengan sekokoh dan sebaik mungkin, serta disiapkan kualitasnya guna mempersiapkan diri terhadap perkembangan serta perubahan zaman yang cepat dan selalu berputar.
Diantara banyaknya permasalahan SDM yang terjadi, terdapat permasalahan-permasalahan umum yang umumnya ditemukan di sebuah instansi, beberapa diantaranya ialah:
1. SDM dalam instansi tersebut tidak siap menghadapi dan menerima perubahan yang akan terjadi, permasalahan ini bahkan sering terjadi hingga tahap ujung yakni terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan oleh tidak kompetennya SDM perusahaan tersebut dalam menunjang tuntutan yang diberikan oleh perusahaan;
2. Asumsi atau prasangka negatif yang membunuh sejak awal yang sudah ter-mindset, asumsi atau prasangka negatif ini seringkali terjadi akan perubahan yang akan terjadi, padahal pada kenyataannya permasalahan ini disebabkan oleh faktor internal SDM terkait yang tidak menyukai adanya perubahan
3. Kurangnya kesiapan dari segi pendanaan dan sarana prasarana penunjang sehingga pengembangan yang akan dilakukan terhambat. Permasalahan ini menjadi momok dari segi SDM itu sendiri, sebab pengembangan yang akan dilakukan tidak didasari oleh persiapan matang dari pihak perusahaan.
Peran SDM dalam Era Globalisasi
Pada era globalisasi saat ini, sangat diperlukan adanya pengembangan sumber daya manusia untuk menghadapi digitalisasi dan ketatnya persaingan global.
Utami dalam ja’far (2020) menjelaskan ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menghadapi era globalisasi bagi sumber daya manusia antara lain melalui pelatihan, pendidikan, pembinaan, recruitment, perubahan system, kesempatan, dan penghargaan.
Melalui strategi tersebut yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang unggul serta mampu bersaing di era globalisasi.
Haris dan Ogbana dalam rozarie (2017) menegaskan bahwa manajemen sumber daya manusia sebagai program, kebijakan, dan praktik untuk mengelola tenaga kerja organisasi.
Sutrinso (2017) mengungkapkan kompetensi manajerial tidak dapat datang begitu saja, melainkan harus diciptakan terutama melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien.
Pengelolaan yang dimaksud didasarkan pada tiga prinsip.
Prinsip pertama adalah pengelolaan pada orientasi layanan.
Prinsip ini diperlukan untuk mencegah pengelolaan sumber daya manusia seperti sebuah pabrik yang menghasilkan keluaran-keluaran seragam (standar), seperti tata cara, pedoman pelaksanaan, dan formulir yang berakitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di dalam perusahaan.
Keseragaman seperti itu jelas tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan SDM. Akhirnya pengelolaan sumber daya manusia menjadi tidak efektif dan efisien serta kompetensi manajerial yang diharapkan tidak tercipta.
Prinsip kedua adalah pengelolaan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada sumber daya manusia untuk berperan serta aktif di dalam perusahaan.
Tujuannya agar pekerjaan menjadi lebih menarik sehingga mampu mendorong semangat kerja sumber daya manusia dan memotivasi mereka untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik lagi dan mendorong sumber daya manusia untuk terus menerus menyempurnakan hasil kerja mereka.
Penyempurnaan tanpa henti ini hanya dapat terwujud apabila sumber daya manusia terus meningkatkan kemampuan kerja mereka, dan ini sama artinya dengan mendorong terciptanya kompetensi manajerial.
Prinsip terakhir adalah pengelolaan sumber daya manusia yang mampu menumbuh kembangkan jiwa enterpreuner dalam diri.
Di era globalisasi terdapat tantangan baru yang memerlukan penyesuaian terhadap cara kerja baru yang lebih efisien dan efektif, yang lebih terbuka dan demokratis, lebih fleksibel dan lebih rasional.
Perubahan ini akan mewujudkan kemandirian yang harus menjadi ciri utama pembangunan dalam rangka menghadapi era globalisasi.
Oleh karena itu, perlu adanya langkah kegiatan yang berupa mencari nilai – nilai baru, lalu dilatih, dilaksanakan dan disempurnakan secara terus menerus yang kemudian menjadi kebiasaan kerja dan akhirnya menjadi budaya kerja baru yang dimilii oleh pegawai.
Pelatihan dan pengembangan merupakan salah satu cara untuk membentuk sumber daya manusia menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan.
Pelatihan penting untuk pegawai lama maupun baru karena pelatihan dapat meningkatkan kinerja pegawai pada saat ini dan pada waktu yang akan datang.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dapat mengurangi ketergantungan suatu perusahaan terhadap pengangkatan pegawai baru.
Jika pegawai dapat berkembang dengan cepat, lowongan , formasi, melalui kegiatan perencanaan sumber daya manusia, akan dapat diisi secara internal.
Transfer dan promosi ini juga akan memperlihatkan kepada karyawan bahwa mereka punya karier yang jelas, bukan hanya sekedar kerja. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221209-Erza-Agistara-Azizah-mahasiswa-Unair.jpg)