Kamis, 30 April 2026

Helikopter Hilang Kontak

Suasana Haru Keluarga AKP Arif Rahman Saleh Iringi Doa dan Tabur Bunga di Perairan Belitung Timur

Kesedihan mendalam dirasakan keluarga Pilot Helikopter milik Polri, AKP Arif Rahman Saleh yang datang ke Belitung Timur, Minggu (11/12/2022). 

Tayang:
Penulis: Nurhayati CC | Editor: nurhayati
IST/Dokumentasi Pribadi
Istri dan putra-putri serta Kakak kandung pilot Helikopter NBO-105/P-1103, AKP Arif Rahman Saleh datang ke Belitung Timur dan tabur bunga di lokasi yang diduga jadi titik jatuhnya helikopter NBO-105/P-1103, Minggu (11/12/2022). Diketahui, hingga saat ini, pilot AKP Arif Rahman Saleh belum ditemukan. 

BANGKAPOS. COM -- Kesedihan mendalam dirasakan keluarga Pilot Helikopter milik Polri, AKP Arif Rahman Saleh yang datang ke Belitung Timur, Minggu (11/12/2022). 

Kedatangan keluarga AKP Arif Rahman Saleh ini untuk memanjatkan doa dan tabur bunga di Perairan Belitung Timur

Hingga kini jasad sang pilot beserta Helikopter NBO-105/P-1103 yang dikemudikan AKP Arif Rahman Saleh belum ditemukan. 

Sedangkan tiga jasad kru helikopter yakni Briptu (Anumerta) Muhammad Khoirul Anam, Brigadir (Anumerta) Muhammad Lasminto, dan Aiptu (Anumerta) Joko Mudo berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

Terdengar isak tangis kesedihan mengiringi perjalanan keluarga AKP Arif Rahman Saleh.

Terlihat istri, dua anak serta kakak kandung pilot  AKP Arif Rahman Saleh, hadir memanjatkan doa dan berharap jasad sang pilot bisa segera ditemukan. 

Tak banyak kata terlontar dari keluarga besar pilot helikopter tersebut.

Hanya tetesan air mata yang jatuh berderai  mengenang kepergian AKP Arif Rahman Saleh.

Di atas kapal Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Timur, keluarga besar AKP Arif Rahman Saleh memanjatkan doa dan menabur bunga di sekitar area diduga tempat helikopter tersebut terjatuh. 

Keluarga besar ini dampingi langsung oleh Personel Baharkam Polri dan Polres Belitung Timur.

Putra dan putri bersama istri pilot AKP Arif Rahman Saleh tak henti menyeka air mata yang jatuh berderai selama perjalanan. 

Sejak terjadinya insiden jatuhnya Helikopter Polri itu hilang kontak pada Minggu (27/12/2022) lalu, hingga sekarang AKP Arif Rahman Saleh belum ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya mengatakan, ketika tiba di Belitung, istri beserta putra putri dari pilot AKP Arif Rahman Saleh langsung dibawa ke area tempat diduga helikopter tersebut jatuh

"Di situ istri, putra-putri kapten helikopter memanjatkan doa dan tabur bunga. Semoga dengan kehadiran mereka, bisa memberikan keikhlasan dari keluarga atas musibah tersebut," kata Taufik kepada Pos Belitung.co, Minggu (11/12/2022).

Hingga sekarang ini, pencarian terhadap AKP Arif Rahman Saleh berikut Helikopter Polri itu, masih terus dilakukan.

Tercatat  sudah dua kali perpanjang pada operasi SAR tersebut dilakukan. 

"Kami sesuai dengan arahan Mabes Polri masih terus berupaya melakukan pencarian hingga batas waktu yang ditentukan. Pencarian sesuai arahan dari Polda hingga tanggal 18 (Desember)," ungkapnya.

Sebelumnya pada tanggal 27 November 2022 siang, Helikopter NBO-105/P-1103 lost contact di Perairan Belitung Timur.

Saat itu helikopter baru lepas landas dari Palangkaraya.

Tujuan helikopter ini sebelum dikabarkan hilang Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung.

Terdapat empat orang kru Helikopter itu, yaitu Briptu (Anumerta) Muhammad Khoirul Anam, Brigadir Anumerta Muhammad Lasminto, Aiptu Anumerta Joko Mudo.

Tiga orang ini semula telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sedangkan untuk AKP Arif Rahman Saleh hingga sekarang masih belum ditemukan dan dalam pencarian Tim SAR.

Istri dan putra-putri serta Kakak kandung pilot Helikopter NBO-105/P-1103, AKP Arif Rahman Saleh datang ke Belitung Timur dan tabur bunga di lokasi yang diduga jadi titik jatuhnya helikopter NBO-105/P-1103, Minggu (11/12/2022). Diketahui, hingga saat ini, pilot AKP Arif Rahman Saleh belum ditemukan. (IST/Dokumentasi Pribadi)
Istri dan putra-putri serta Kakak kandung pilot Helikopter NBO-105/P-1103, AKP Arif Rahman Saleh datang ke Belitung Timur dan tabur bunga di lokasi yang diduga jadi titik jatuhnya helikopter NBO-105/P-1103, Minggu (11/12/2022). Diketahui, hingga saat ini, pilot AKP Arif Rahman Saleh belum ditemukan. (IST/Dokumentasi Pribadi) (IST/Dokumentasi Pribadi)

Bentuk Tim Kecil

Operasi SAR pencarian pilot AKP Arif Rahman Saleh dan badan Helikopter NBO-105/P-1103 di Perairan Belitung Timur, terus berlanjut.

Operasi SAR ini hingga sekarang belum bisa menemukan pilot dan badan Helikopter.

Alhasil selama 10 hari, tiga kru Helikopter Briptu (Anumerta) Muhammad Khoirul Anam, Brigadir (Anumerta) Muhammad Lasminto, dan Aiptu (Anumerta) Joko Mudo berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

Selain itu, ada 26 item serpihan Helikopter juga telah ditemukan.

Seluruh hasil yang didapat itu, dilakukan pencarian melalui metode underwater, pemantauan melalui permukaan air dan udara.

"Selama 10 hari operasi SAR itu yang didapat. Masih ada satu korban yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian," kata Ketua Pelaksana SAR Helikopter NBO-105/P-1103 Kombes Pol Drs Hendrawan kepada Posbelitung.co, Selasa (6/12/2022).

Operasi SAR ini semula telah diperpanjang selama tiga hari dari SOP SAR selama tujuh hari.

Namun pencarian akan kembali dilakukan yakni operasi SAR diperpanjang.

Operasi SAR tersebut akan dilakukan secara parsial, alias membentuk tim yang lebih kecil.

Operasi SAR parsial itu, akan dilakukan Polda Bangka Belitung dan Polres Belitung Timur.

"Tentunya pula dibantu KRI Spica milik TNI-AL untuk melakukan pemindaian di bawah laut, dalam rangka pencarian korban yang belum ditemukan. Termasuk juga tim dari Basarnas," ungkapnya.

Pada operasi SAR tambahan itu, tim akan mencari objek baru diperairan laut.

Objek itu terlebih dahulu akan di cari ataupun dipantau oleh KRI Spica.

Jika menemukan anomali, maka akan langsung dilakukan penyelaman.

"Rencana tim setelah ini tetap diunderwater untuk melakukan pencarian. Jika ada anomali lagi tetap akan di selami," jelasnya. 

Menurut Hendrawan, selama 10 hari pelaksanaan operasi SAR, tim SAR telah berusaha semaksimal mungkin.

Berbagai anomali hasil pemindaian KRI Spica di dasar laut telah dilakukan survei secara langsung melalui tim selam.

Hasil survei itu, secara keseluruhan adalah karang.

Ada 30 titik ataupun area perairan laut yang telah diselami oleh tim selama selama tiga hari belakang.

"Karena setelah dilakukan pengecekan rata-rata karang laut, yang memang sangat mirip dengan objek yang dicari. Nilai intensitas yang didapat dari sonar memiliki citra yang hampir sama (dengan karang), dan dalam 10 hari ini belum ada hasil," bebernya. 

Gunakan Beberapa Metode Pencarian

Tim SAR Gabungan siap berangkat melaksanakan operasi SAR pencarian pilot dan Helikopter NBO-105/P-1103 di perairan Belitung Timur,  Selasa (6/12/2022). Upaya pencarian tersebut tetap mengoptimalkan underwater searching.
Tim SAR Gabungan siap berangkat melaksanakan operasi SAR pencarian pilot dan Helikopter NBO-105/P-1103 di perairan Belitung Timur, Selasa (6/12/2022). Upaya pencarian tersebut tetap mengoptimalkan underwater searching. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Yan Sultra melalui Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Maladi menyampaikan informasi terkini mengenai perkembangan pencarian helikopter.

"Kami terima bahwa pada hari Selasa, 6 Desember 2022 pada pukul 16.00 WIB, telah dilaksanakan apel penutupan pelaksanaan pencarian Helikopter NBO 105/P-1103 bertempat di Pelabuhan ASDP Manggar," kata Kabid Humas Kombes Pol Maladi kepada Bangkapos.com di tempat kerjanya, Rabu (7/12/2022).

Apel penutupan operasi SAR pencarian Helikopter NBO 105/P-1103 dipimpin langsung Plt Dir Pol Udara Baharkam Polri Kombespol Raden Hendrawan dan diikuti Karo Ops, Dir Polairud Polda Bangka Belitung serta Kakansar Provinsi Bangka Belitung. 

"Kami sampaikan bahwa untuk diketahui, pencarian masih tetap berlanjut sampai tanggal 18 Desember 2022. Namun dari yang skala besar gabungan atau nasional, diperkecil menjadi gabungan di kabupaten, yang artinya dipegang kendali oleh Polda dan Polres. Dengan tetap memonitor dari pusat," jelasnya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan pencarian sejumlah kendala ditemui, seperti titik koordinat lost contact helikopter yang tidak terdata dengan pasti sehingga mempersulit operasi SAR.

"Kemudian terjadinya perubahan cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian atau penyelaman, sehingga kapal kembali ke dermaga. Alat yang digunakan untuk melakukan pencarian di bawah laut atau sonar hanya dimiliki oleh KRI," ungkapnya.

"Arus pergerakan air dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga proses penyisiran dilakukan pada waktu air laut pasang dan jaringan komunikasi untuk mendukung operasi SAR hanya menggunakan jaringan komunikasi terbatas," lanjutnya.

Maladi mengatakan, berkaitan evaluasi, pencarian telah menggunakan beberapa metode pencarian.

"Metode pencarian di atas permukaan, metode pencarian di atas permukaan menggunakan 20 unit kapal dari Tim SAR Gabungan dan menggerakkan kapal nelayan di wilayah Belitung Timur dengan coverage area (area jangkauan, red) sekitar 97 persen. Kendala yang dihadapi hanya cuaca hujan di siang hari, yang mengurangi pantauan atas permukaan dengan visibility (jarak pandang--red) yang rendah," kata Maladi.

Diduga Masih dalam Helikopter

Pada kesempatan tersebut, Maladi juga mengatakan, dugaan satu target pencarian yakni pilot helikopter, diduga masih berada di dalam badan helikopter.

"Dimensi target badan helikopter sangat kecil dengan luas area dugaan datum cukup luas. Banyak menemukan suspect yang menonjol sesuai dengan dimensi target. Namun setelah diperiksa, tim penyelam hanya menemukan batu karang," kata Maladi.

Selanjutnya, kata Maladi, dari hasil evaluasi bahwa nilai intensitas atau desibel (db) bahan helikopter berupa aluminium alloy sebanding atau mendekati nilai intensitas batu karang.

"Sehingga penggunaan magnetometer kurang efektif, karena sebagian besar bodi mengandung aluminium alloy," ucapnya.

Ia menegaskan, proses pencarian sudah dilaksanakan maksimal menggunakan berbagai metode untuk menemukan target.

"Selanjutnya, diusulkan dihentikan untuk dilaksanakan pemantauan wilayah setempat oleh Polres Belitung Timur dan Pos SAR Belitung Timur, serta potensi instansi terkait di wilayah Beltim. Apabila ada informasi target ditemukan, maka operasi SAR dapat dibuka kembali," terangnya.

Di akhir keterangannya, Kabid Humas menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Tim Gabungan SAR, baik dari intansi Polri maupun tim Angkatan Laut yang sangat membantu dalam misi pencarian pengindraan di bawah laut.

"Membantu mengidentifikasi posisi korban yang ingin kita temukan. Tak lupa pula ucapan terima kasih kepada rekan-rekan di luar intansi yang terlibat dalam andil pencarian ini, atas kerja sama dan dedikasi dengan upaya yang bersama-sama dilakukan," ucapnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi/Bangkapos.com/Riki Pratama/Nurhayati) 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved