Selasa, 2 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, DPRD Ingatkan Pemerintah Segera Antisipasi

Bahkan hal ini membuat sebagian aktivitas masyarakat lumpuh total, terutama pusat kota. Oleh karena itu, sudah semestinya pemerintah

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com
Cuaca ekstrem Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Potensi cuaca ekstrem mengintai sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Kota Pangkalpinang.

Dimana gelombang tinggi menerjang sejumlah pesisir pantai, dan tak ayal membuat banjir rob di beberapa kawasan.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Rio Setiady mengakui, selama beberapa hari terakhir permukaan air laut cukup tinggi.

Imbasnya debit air di sungai Rangkui juga mengalami peningkatan cukup signifikan.

Maka dari itu pihaknya mendesak pemerintah kota untuk segera mengantisipasi hal ini.

“Hal ini tentu harus diantisipasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat yang memang tinggal di sekitar sungai,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (26/12/2022).

Rio memaparkan, Pangkalpinang sendiri pernah mengalami banjir besar pada tahun 2016 silam.

Bahkan hal ini membuat sebagian aktivitas masyarakat lumpuh total, terutama pusat kota.

Oleh karena itu, sudah semestinya pemerintah daerah baik provinsi maupun kota bersama-sama mengantisipasi hal ini.

Begitu juga dengan menurunkan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk siaga selama 24 jam untuk memantau debit air.

Selain itu, dengan menyiagakan beberapa peralatan siaga banjir milik pemerintah kota, berupa mobile pump atau mesin sedot air.

“Maka saya menghimbau kepada BPBD agar dapat memantau kondisi yang hari ini patut kita pantau terus 1 x 24 jam. Jangan sampai potensi banjir yang kemungkinan terjadi dapat menimbulkan korban jiwa dan harta,” terang Rio.

Di sisi lain sambung dia, DPRD sendiri telah menerima keluhan dari beberapa kalangan masyarakat.

Dengan adanya gelombang pasang yang cukup tinggi di Pantai Pasir Padi. Serta, banjir rob di Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional beberapa hari terakhir.

Sudah semestinya hal ini diantisipasi menjelang penghujung tahun. Seperti yang diketahui fenomena alam seperti ini cukup rutin terjadi di Kota Pangkalpinang menjelang pergantian tahun.

Terutama gelombang pasang, yang mengakibatkan sejumlah infrastruktur di Pantai Pasir Padi rusak.

“Jalan di sekitar Pantai Pasir Padi sudah terganggu, termasuk perkampungan di sekitar Opas Indah.

Di sekelilingnya yang merupakan aliran sungai sudah mulai tampak tinggi dan terlihat banjir kecil di beberapa sudut pemukiman warga,” sebutnya.

Kendati demikian, Rio berharap, aparat kelurahan hingga RT/RW di beberapa daerah yang berpotensi banjir untuk waspada. Dengan terus berkomunikasi dengan aparat Kecamatan, bekerja sama bahwa bahu jangan sampai ada banjir yang kemudian dapat membahayakan masyarakat.

Permasalahan banjir ini terus terpantau dan dapat diantisipasi. Jangan sampai ada korban harta maupun jiwa apalagi jika hujan lebat turun dalam kapasitas yang besar. Jangan sampai terjadi bencana banjir seperti tahun 2016 lalu.

“Yang terbaik adalah kita melakukan persiapan baik banjir itu datang ataupun tidak. Sehingga sudah ada sebuah perencanaan dalam antisipasi,” pungkas Rio.

Sementara itu sebelumnya, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil meminta warganya untuk sementara ini waspada akan cuaca ekstrem. Serta menghindari tempat-tempat yang rawan akan bencana.

Dimana gelombang tinggi disertai hujan deras dan angin kencang terjadi di pesisir Pantai Pasir Padi, Jumat (23/12/2022) pagi. Akibatnya, air meluap hingga ke pemukiman dan menggenangi sejumlah rumah warga di wilayah tersebut.

“Terutama Pasir Padi memang sering terjadi seperti itu pada penghujung tahun,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (23/12/2022).

Molen biasa Maulan Aklil dipanggil mengungkapkan, pihaknya sendiri telah memperkirakan gelombang air laut akan tinggi.

Tak hanya itu, intensitas hujan hingga awal tahun juga diperkirakan yang cukup intens terjadi. Tak ayal hal ini dapat menimbulkan banjir rob di beberapa pesisir daerah di Pangkalpinang.

Fenomena seperti ini menurutnya sering terjadi setiap penghujung tahun. Ini disebabkan oleh faktor alam dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Bahkan ujar Molen, ia telah memperkirakan pasang tinggi akan terjadi pada 22 Desember 2022. Sebagaimana perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Saya sudah memperkirakan bahwa tinggi pasang naik itu tanggal 22 Desember 2022 ini. Cuma agak meleset sedikit, tadinya tanggal 22 ternyata tanggal 23 Desember 2022,” jelas Molen.

Di sisi lain lanjut dia, pihaknya sendiri telah menyiapkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran serta untuk siaga di lokasi.

Terutama di kawasan Pantai Pasir Padi. Sedangkan di kawasan Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional saat ini juga menjadi perhatian.

Pasalnya apabila terjadi pasang air laut dan hujan deras, beberapa kawasan terutama Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional rawan banjir dan genangan. Maka dari itu pihaknya telah menyiagakan dua unit mobile pump atau mesin sedot air.

“Sudah kita siagakan BPBD kita dan Satpol PP. Tadi sudah saya telepon segala macam, dan sata sudah dapat laporan. Tim kami sudah ke lokasi tapi sudah tim sudah ke sana,” sebutnya.

Kendati demikian, Molen berharap hujan tak kembali turun. Sebab, apabila hujan dengan intensitas tinggi disertai pasang air laut akan bahaya bagi masyarakat. Terutama dengan mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian materiil akibat bencana. Sehingga jika ketika terjadi bencana, petugas dan warga dapat dengan cepat melakukan penanganan di lokasi bencana.

“Kita berdoa ya Allah jangan hujan. Kalau hujan deras pasang naik bahaya. Waspada kalau pas pada titik-titik pasang tinggi. Setiap kali yang seperti ini kami sudah wanti-wanti, waspada tim kami sudah siap semua,” pungkas Molen. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved