Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

Ketua DPRD Minta Warga Bangka Belitung Waspadai Kondisi Cuaca Ekstrem

Sejumlah daerah diminta waspada menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Babel dan sejumlah kota lain hingga Tahun Baru 2023.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangkapos.com/Riki Pratama
Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan tentang potensi cuaca ekstrem di Jakarta dan kota lain di Indonesia periode 27 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023.

Sejumlah daerah diminta waspada menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Babel dan sejumlah kota lain hingga Tahun Baru 2023.

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi, mengatakan, adanya imbauan dari BMKG soal cuaca ektream, diharapkan dapat diwaspadai semua kalangan.

"Terutama kita saat ini sedang menghadapi Natal dan Tahun Baru 2023. Mari kita sama-sama berdoa, semoga cuaca di Babel ini tidak ekstrem, sehingga masyarakat bisa merayakan Nataru dengan penuh kegembiaraan," kata Herman Suhadi kepada Bangkapos.com di sela aktivitasnya, Rabu (28/12/2022).

Ia menegaskan, anggaran penanganan bencana, terutama banjir, telah disahkan DPRD Babel dan sewaktu-waktu dapat digunakan oleh pemerintah daerah, dalam upaya penanggulangan bencana.

Selain cuaca ekstrem, Herman juga meminta untuk dapat mewaspadai kenaikan harga barang pokok yang meningkat jelang hari besar Natal dan Tahun Baru.

"Kita berharap kepada para pedagang untuk tidak menaikan harga barang. Jangan aji mumpung. Tetapi berdaganglah sebagaimana mestinya, walaupun hukum ekonomi kebutuhan meningkat harga meningkat. Kita harapkan pemprov dapat menggerakkan Satgas Pangan untuk memonitor," tegasnya.

Herman juga meminta pemda dapat mengurangi beban masyarakat untuk dapat mengadakan operasi pasar. Tujuanya, membantu masyarakat yang sulit mendapatkan kebutuhan barang pokok sehari-hari.

"Kami harapkan Nataru dapat dilaksanakan dan rayakan sebaik-baiknya. Kemudian utntuk tahun 2023, tentunya program semua dapat dijalankan dan pembangunan dilakukan. Karena kita melihat program-program kegiatan tahun terpilih 2017 sampai 2022 banyak yang belum terealisasi, mari lakukam percepatan," ucapnya.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung (BPBD Babel) telah mengeluarkan peringatan dini banjir rob di wilayah pesisir pantai akibat peningkatan kecepatan angin.

Berdasarkan keterangan resmi BPBD Babel, pasang air laut yang bersamaan dengan peningkatan kecepatan angin, telah menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang menyebabkan banjir pesisir.

Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa mengatakan, saat ini sudah ada peringatan dari BMKG mengenai hal tersebut.

"Tentu saja. Ini kan sudah diprediksi sejak awal, bahwa di bulan Desember menjadi puncaknya cuaca ekstrem dan juga musim hujan, sehingga mengakibatkan angin kencang juga gelombang yang tinggi," kata Mikron.

Mikron mengimbau masyarakat yang ada di pesisir pantai untuk lebih siaga dan waspada dalam menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem.

"Kepada masyarakat pesisir, tetap waspada serta siaga. Apabila curah hujan disertai air pasang cukup tinggi selama 1 jam tidak berhenti, kami berharap masyarakat sudah siap-siap untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Selamatkan barang-barang yang berharga dan tentunya kami akan menyiapkan tenda-tenda seandainya terjadi hal seperti itu," terangnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved