Berita Belitung
Di Daerah Ini Gas Melon Sulit Dicari, Begini Faktanya
Gas elpiji 3 Kg (Gas Melon) bersubsidi di Kabupaten Belitung, banyak dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET).
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
BANGKAPOS.COM , BELITUNG - Gas elpiji 3 Kg (Gas Melon) bersubsidi di Kabupaten Belitung, banyak dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET). Gas Melon harga tersebut dijual oleh oknum pihak tertentu untuk mencari keuntungan.
Menanggapi hal ini, Plt Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Adnizar mengatakan sebelumnya pemantauan atau monitoring gas elpiji sempat dilakukan pada pekan ketiga Desember lalu. Pemantauan dilakukan dari tingkat pangkalan, agen, termasuk SPPBE Juru Seberang.
"Saat itu untuk persiapan Nataru. Informasi dari Pertamina cukup, pengiriman dari Jakarta juga aman dan tidak akan ada kendala cuaca, kalau ada kekurangan bisa menghubungi dari Jakarta untuk pemenuhannya," kata dia, Selasa (3/1/2023).
Menurutnya, stok gas melon cukup sampai Januari. Stok tersebut pun sudah mencakup meningkatnya kebutuhan saat Natal dan tahun baru.
Hasil monitoring, harga dari tingkat agen ke pangkalan juga tetap sesuai aturan. Namun harga dari pangkalan ke pengecer yang bervariasi bergantung jarak tempuh.
"Makanya kamu juga mengantisipasi kalau di sini ada oknum pengecer yang bermain menjual di luar harga wajar. Itu dari segi stok, barang itu ada. Kalau sampai hilang ada yang tidak masuk akal," ujaenya.
Adnizar mengatakan, kemungkinan harga gas melon tinggi bisa saja terjadi di kecamatan lain, namun penjualan di Tanjungpandan harusnya tetap mengacu pada HET. Lantaran jarak Tanjungpandan lebih dekat, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk transportasi.
"Kalau dari harga, sikap mereka (Pertamina) kalau terbukti, laporkan saja. Nanti akan ditindak perizinannya," ujar pria yang juga Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Belitung ini.
Dalam hal ini pengawasan gas elpiji, pemerintah Kabupaten Belitung memiliki wewenang dalam rangka monitoring kebutuhan gas. Jika ternyata ada peningkatan kebutuhan sementara stok pertamina dibatasi, maka Bupati Belitung punya kewenangan untuk menyurati pertamina agar menambah stok.
"Juga monitoring jika ada kemungkinan ada yang bermain, itu yang dimonitoring. Kalau ada unsur pidana, lapor ke Satgas pangan di kepolisian, jadi ada tindakan, bisa ada tindakan kalau ada unsur memperkaya diri atau penimbunan," tuturnya.
Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani mengatakan sudah mengecek bahwa kapal pengangkut gas elpiji sudah berangkat dari Plaju ke Belitung. Kapal tersebut memuat 485 ton gas, baik itu gas nonton subsidi, gas subsidi untuk Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
"Cuman cuaca ini ekstrem, jadi barang ini baru bisa sampai besok atau nanti malam. Itu terbagi di beberapa tempat, Beltim, Belitung, dan gas 12 kilogram yang di SPPBE Badau," kata anggota komisi II DPRD Belitung ini, Selasa (3/1/2023).
Menurutnya, dalam beberapa hari ke depan gas melon dipastikan aman. Sulitnya masyarakat mencari gas melon karena kapal yang terlambat kemungkinan karena cuaca.
"Tadi saya sudah cek ke pihak penyalur. Sebenarnya tidak ada masalah karena 485 ton ini cukup untuk dua Kabupaten, cuman karena kondisi cuaca yang menghambat, menyebabkan stoknya agak susah," tuturnya.
Berikut data realisasi penyaluran gas bersubsidi di Kabupaten Belitung dari gas tiga bulan terakhir. Data ini merupakan total realisasi dari PT Sumber Panca Anugrah, PT Akbar Patra Sentosa, PT Lentera Patra Gasindo, dan PT Belitung Petrosindo.
Oktober 2022
119.518 tabung
November 2022
119.330 tabung
Desember 2022
69.440 tabung (Data laporan dari PT Akbar Patra Sentosa dan PT Belitung Petrosindo belum termasuk)
(Bangkapos.com/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20200116_tabung-gas-elpiji-3-kg.jpg)