Breaking News:

Rektor IAIN SAS Babel Narsum Dialog Antisipasi Politisasi Agama Jelang Pemilu 2024

Televisi Republik Indonesia (TVRI) Bangka Belitung menggelar Dialog yang menghadirkan Rektor IAIN SAS

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
IAIN SAS Babel
Televisi Republik Indonesia (TVRI) Bangka Belitung menggelar Dialog yang menghadirkan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Dr. Irawan, M.S.I dan Anggota Bawaslu Bangka Belitung, Sahirin, S.Pd.I .  Kegiatan dipandu oleh Dick Revolino di Ruangan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Rabu (11/01/2023) yang lalu. 
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Televisi Republik Indonesia (TVRI) Bangka Belitung menggelar Dialog yang menghadirkan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Dr. Irawan, M.S.I dan Anggota Bawaslu Bangka Belitung, Sahirin, S.Pd.I . 
Kegiatan dipandu oleh Dick Revolino , Bertempat di Ruangan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Rabu (11/01/2023) yang lalu.
Dialog tersebut membahas Antisipasi Politisasi Agama dan Politik Identitas menjelang Pemilu 2024.
Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I mengatakan politik identitas sendiri diartikan sebagai suatu strategi yang menjadikan suatu entitas tertentu sebagai alat untuk melancarkan agenda politik untuk kepentingan kelompok. 
Di Indonesia, politik identitas sering dikaitkan dengan isu agama sebagai legitimasi kepentingan politik tertentu dengan mengatasnamakan kepentingan agama saat menjadi narasumber diskusi.
Dalam menghadapi berbagai pemilihan baik Pileg, Pilpres, Pilgub, hingga Pilkada, perlu diwaspadai di masa mendatang, agar politik identitas yang bisa menyebabkan polarisasi di masyarakat, mengarah kepada penajaman perbedaan yang mengkhawatirkan perlu hindari. 
"Memang kita masih banyak pemilih yang rasional, tetapi kita tetap harus waspadai," kata Irawan, 
Selanjutnya Irawan menjelaskan bahwa moderasi beragama dapat menjadi salah satu solusi dalam menyikapi politisasi agama dan politik identitas yang diprediksi sejumlah kalangan bakal marak pada Pemilu 2024, apalagi menurutnya, cita-cita luhur para founding father bangsa ini adalah memelihara dan mempertahankan keutuhan NKRI. 
Oleh karena itu, dialog antar umat beragama penting dilakukan untuk menghindari terjadinya isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dalam menyambut Pemilihan Umum mendatang, kata Irawan.
Anggota Bawaslu Bangka Belitung Sahirin,S.Pd.I meminta partai politik (parpol) tidak menggunakan isu politik identitas saat melakukan kampanye pada tahun depan.
Sebab, isu identitas sangat berimbas buruk terhadap harmonisai kehidupan sosial masyarakat.
Bahkan tidak jarang terjadi perpecahan dan gesekan antar pendukung parpol dan peserta pemilu.
"Isu politik identitas memang cara paling mudah untuk menggerakkan massa. Semoga ke depannya tidak terulang kembali. Parpol bisa lebih mengedepankan isu-isu menarik lainnya," katanya.
Sahirin juga mengingatkan masyarakat untuk menyerap informasi lebih jeli yang berasal dari media massa atau media sosial.
Saat masa kampanye dan pemilihan biasanya akan masif penyebaran hoaks atau berita bohong yang bisa memecah belah masyarakat.
Untuk itu, dia menekankan tidak mudah percaya dengan informasi yang diragukan kebenarannya.
 
 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved