Banjir di Bangka Barat
Warga Parittiga Resah Bakal Muncul Buaya Saat Banjir Melanda
Warga Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar), resah pada banjir yang melanda wilayahnya.
Penulis: Yuranda |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Warga Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar), resah pada banjir yang melanda wilayahnya.
Hujan yang turun dalam intensitas tinggi menyebabkan air merendam sejumlah pemukiman warga, pasar dan jalan di Kecamatan Parittiga, Kamis (19/1/2023) pagi.
Rusdi, warga setempat mengatakan, keresahan mereka tak hanya air yang masuk ke dalam rumah. Namun, mereka juga harus waspada dengan kemunculan predator ganas atau buaya.
"Iya resah, selain air yang masuk, kami juga was-was dengan buaya dan penyakit akibat dibawah oleh sampah pada saat banjir. Sebenar banjir ini sudah ada sebelumnya pada tahun 2016," kata Rusdi, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (19/1/2023).
Rusdi berharap kepada pemerintah daerah khusus pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Agar memberikan penanganan lebih lanjut terhadap wilayah mereka.
"Banjir ini harus ada perhatian dari pemerintah. Baik kabupaten maupun provinsi. Harus buat kolam retensi, itu kuncinya. Ketika ada kolom itu semua air yang masuk akan mengalir ke Sungai Antan. Ketika ada kolam retensi semua akan lancar," ujarnya.
Selain itu, kata Rusdi, menangani kondisi ini juga harus ada normalisasi dan pembuatan siring. Namun, yang lebih prioritas saat ini kolam retensi.
"Dengan banjir ini kami juga was-was dengan kemunculan buaya, bukan hanya itu saja ular dan penyakit akibat banjir juga kerap terjadi," ungkapnya.
Sementara itu, banjir yang melanda Kecamatan Parittiga dan Jebus sudah berangsur surut di dua titik yang sudah surut, Namun di Pasar Parittiga masih terbilang tinggi sehingga aktivitas belum bisa berjalan normal.
"Kalau sekarang di limbung sama di Desa Sinar Manik sudah surut, di Pasar Parittiga yang masih tinggi, masih selutut orang dewasa. Di pasar paling tinggi sampai pinggang," kata Kepala BPBD Babar, Achmad Nursyandi, via sambungan telepon, Kamis (19/1/2023).
Beruntung musibah banjir itu tidak memakan korban jiwa, tapi terdapat puluhan keluarga dan para pedagang mengalami kerugian materi.
"Yang derdampak, di pasar ada 70 pedagang, di Desa Sinar Manik 25 KK, kalau yang di limbung tidak ada yang terdampak, hanya masyarakat yang lalu lintas terganggu," ucap Sandi, panggilan singkat Achmad Nursyandi. (Bangkapos.com/Yuranda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-buayaa.jpg)