Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Banjir Rob Genangi Sejumlah Titik di Pangkalpinang, Wali Kota Sebut Banjir Kiriman Tiga Sungai

Hujan lebat disertai bangun kencang beberapa hari berpotensi terjadinya banjir rob dan genangan air di sejumlah titik.

Penulis: Nurhayati CC | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sejumlah anak-anak tengah asyik bermain air saat terjadi banjir rob di Kelurahan Opas Indah, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang pada Desember 2021 lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hujan lebat disertai bangun kencang beberapa hari berpotensi terjadinya banjir rob dan genangan air di sejumlah titik di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang.

Seperti di bantaran aliran Sungai Rangkui, banjir rob menyebabkan  sejumlah teras rumah warga di Kelurahan Gedung Nasional (Genas), Kota Pangkalpinang, tergenang air, Senin (23/1/2023). 

Ketinggian air mencapai kurang lebih betis orang dewasa. 

Tidak hanya menggenangi rumah warga, banjir rob juga tampak menggenangi sejumlah jalan.

Kendati tak membuat warga cemas, namun banjir rob membuat sejumlah aktivitas warga terganggu.

Begitu juga dengan pengendara yang melewati area tersebut, terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka.

Vitri, seorang warga yang rumahnya tergenang, mengaku cemas jika banjir rob datang disertai guyuran hujan.

Pasalnya, tingginya debit air hujan ditambah pasang air laut, membuat aliran Sungai Rangkui meluap.

"Kalau hanya banjir rob saja, kami tidak begitu cemas. Yang membuat kami cemas itu hujan seharian disertai pasang air laut, sungai pasti meluap," ungkap Vitri.

Menurut ibu dua orang anak itu, satu di antara penyebab banjir besar beberapa tahun silam dipicu tingginya intensitas hujan dan pasang air laut.

Saat itu, menurut Vitri, aliran Sungai Rangkui tidak mampu menahan debit air hujan yang terjadi tiga hari tiga malam.

"Banjir besar beberapa tahun lalu karena air laut pasang, ditambah hujan tiga hari tiga malam tak kunjung berhenti. Inilah yang kami khawatirkan, tapi semoga saja tidak terjadi demikian," kata Vitri.

Langganan Banjir

Sementara itu, kondisi serupa juga dialami Suryati (65), yang tinggal di RT 5/RW 3 Kelurahan Pasar Padi, Kota Pangkalpinang, Senin (23/1/2023).

Dari pantauan Bangkapos.com pada pukul 11.30 WIB, rumah berukuran sekitar 10 x 15 meter milik Suryati itu sudah dikelilingi genangan air sejak pukul 08.00 WIB..

Suryati yang sudah tinggal puluhan tahun di daerah tersebut mengatakan, rumahnya sudah menjadi langganan banjir yang setiap tahunnya dipastikan terjadi.

"Tinggal di sini udah lama tahun 1960an. Kalau dulu paling mulai banjir sekitar 1970an, tapi enggak separah ini. Kalau sekarang makin tinggi, terus juga makin cepat naik airnya," ungkap Suryati saat diwawancarai Bangkapos.com.

Tak perlu hujan lebat, Suryati mengatakan saat kondisi air laut pasang pun sudah cukup membuat dirinya harus disibukkan dengan air yang mulai masuk dan membanjiri rumahnya.

"Kalau bulan 12 (Desember), atau kalau lagi musim hujan, udah pasti banjir. Kalau air pasang banjir, hujan setengah hari juga banjir. Kalau banjir air pasang itu enggak sampai dapur, tapi kalau ditambah hujan pasti dapur kena juga," ucapnya.

Suryati mengungkapkan, kondisi banjir terparah yang dialaminya saat bencana banjir melanda hampir di seluruh daerah di Kota Pangkalpinang pada 2016 lalu.

"Kalau waktu itu (2016) rumah ini udah tenggelam, barang-barang itu terapung semua sampai enggak bisa dipakai lagi," bebernya.

Warga Diminta Waspada

Seorang anak-anak di Kelurahan Pasir Putih saat sedang asyik berenang di depan rumahnya yang terendam banjir rob, Kamis (9/12/2021). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Seorang anak-anak di Kelurahan Pasir Putih saat sedang asyik berenang di depan rumahnya yang terendam banjir rob, Kamis (9/12/2021). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) (bangkapos.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mengimbau warga yang terdampak banjir untuk selalu waspada.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Efran menyebut, berdasarkan hasil pendataan tim ada 140 rumah di Pangkalpinang yang terdampak akibat dari banjir rob tersebut.

"Ini sudah hari kedua kemungkinan banjir rob ini akan terjadi selama empat hari. Dengan demikian kami tetap menghimbau warga yang rumahnya terdampak tetap waspada dan berhati-hati," sebut Efran kepada Bangkapos.com, Senin (23/1/2023).

Menurut Efran, beberapa hari kedepan ada kemungkinan rumah penduduk yang terdampak akan bertambah jika gelombang air laut terus naik dan disertai hujan deras.

"Kami BPBD Kota Pangkalpinang sudah mengantisipasi sejak hari pertama, sampai hari ini sudah ada dua tim yang kita turunkan atau sekitar 40 orang anggota untuk membantu warga baik evakuasi dan mendata apa saja dampak dari banjir rob tersebut," jelasnya.

Tidak hanya itu, Efran menyebut pihaknya juga menurunkan tim Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC) BPBD untuk membantu warga yang terdampak.

Siapkan Bantuan Logistik

Sementara untuk bantuan logistik, kata Efran tetap standby (bersiap) jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Tim serveyor kami di lapangan nanti akan mendata dampaknya bLogistik yanganjir rob ini, kemudian bekerjasama dengan tim logistik sehingga menentukan tindakan apa saja yang harus kita lakukan," ungkapnya.

Efran juga mengimbau, warga yang terdampak banjir rob dari hewan-hewan buas yang kemungkinan masuk ke dalam pemukiman penduduk.

"Selain hewan-hewan buas kami juga mengimbau untuk warga selalu menjaga barang-barang berharga, serta selalu menjaga diri dari kesehatan agar hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi," ingat Efran. 

Bangun Kolam Resistensi Pedindang

Berbagai program penanggulangan banjir terus dikerjakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Hal ini dibuktikan dengan beberapa program penanggulangan banjir terus dikebut.

Satu di antaranya dengan rencana pembangunan Kolam Retensi Pedindang.

Dimana pembangunan kolam retensi itu sendiri akan digarap oleh pemerintah pusat melalui Badan Wilayah Sungai Bangka Belitung.

Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin mengatakan, pihaknya sendiri menilai pemerintah pusat sudah mulai perhatian ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terlebih dengan pembangunan Kolam Retensi Pedindang tersebut.

“Saya melihat bahwa pemerintah pusat sudah perhatian ke Bangka Belitung, dengan anggaran (Pembangunan kolam retensi Pedindang) yang jarang-jarang sebesar itu,” kata Ridwan saat menghadiri acara Multi Years Program Pengendalian Banjir di Kota Pangkalpinang di Kantor Desa Pedindang, Bangka Tengah, Senin (23/1/2023).

Ridwan mengungkapkan, dengan pembangunan kolam retensi sendiri menurutnya akan banyak manfaat.

Mulai dari dapat dijadikan kawasan wisata baru hingga mampu dijadikan sebagai sentra bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.

Namun tentunya, perlu ada pengorbanan yang dibutuhkan.

Seperti adanya sebagian tanah milik warga yang akan terimbas dari proyek tersebut.

Akan tetapi, efeknya ke depan akan dirasakan bersama-sama.

Baik masyarakat Kota Pangkalpinang maupun Desa Pedindang.

“Dalam sebuah program pembangunan pasti ada yang dapat banyak manfaat, ada yang sedikit manfaat, dan ada yang sedikit berkorban. Harus ada semangat-semangat pengorbanan untuk hal-hal yang lebih besar,” ungkap Ridwan.

Untuk itu menurutnya, pemerintah provinsi sendiri akan berusaha maksimal untuk penanganan banjir di Kota Pangkalpinang.

Pihaknya akan segera mencari solusi terbaik untuk masyarakat agar tidak merasa khawatir saat hujan deras dan pasang air laut.

Di sisi lain, pihaknya tak ingin ada masyarakat yang menjadi korban dalam pembangunan kolam retensi ini.

Terlebih dengan adanya sebagian lahan milik masyarakat yang dipastikan akan kena imbasnya.

“Kita cari jalan sebaik-baiknya supaya masyarakat yang selama ini mengelola juga masih mendapat manfaat seperti wisata, UMKM dan lain sebagainya,” ucapnya. 

Banjir Kiriman Tiga Sungai

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat meninjau lokasi pembangunan Kolam Retensi Pedindang di Desa Pedindang, Senin (23/1/2023).
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat meninjau lokasi pembangunan Kolam Retensi Pedindang di Desa Pedindang, Senin (23/1/2023). ((IstDok/Prokopim)

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, pihaknya sendiri memang serius dalam menangani permasalahan banjir.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama pemerintah provinsi berkunjung ke Kantor Desa Pedindang.

Hal ini untuk menyelesaikan rencana pembangunan Kolam Retensi Pedindang dalam program Multi Years Program pengendalian banjir di Pangkalpinang.

Sekaligus potensi wisata baru di Bangka Tengah dari Badan Wilayah Sungai.

“Apa yang menjadi tugas, kami siap pak gubernur. Jadi kami hadir di sini dalam rangka mensukseskan kegiatan ini (pengendalian banjir--red),” ucap Molen sapaan akrabnya.

Menurut Molen, Pangkalpinang tidak akan pernah dapat selesai dari masalah banjir.

Terlebih jika permasalahan pembangunan Kolam Retensi Pedindang tidak segera diselesaikan.

Pasalnya Pangkalpinang sering mendapatkan banjir kiriman dari tiga sungai.

Pertama Sungai Pedindang, kedua Sungai Mangkol dan ketiga adalah Sungai Selindung.

Untuk bukti keseriusan, semua pemangku kepentingan sudah semestinya duduk satu meja untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Baik dari pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten, karena hal ini merupakan permasalahan lintas daerah.

“Bukti keseriusan kawan-kawan ini adalah ini, duduk sama-sama dengan pak gubernur. Mungkin nanti keputusan ini diskresi saja, bersama wali kota, bupati, gubernur dan forkopimda duduk keputusan bersama,” ungka Molen

Lanjut dia, pemerintah kota sendiri sebelumnya sudah bersurat kepada pemerintah desa setempat yang daerahnya bakal terdampak pembangunan kolam retensi tersebut.

Di mana 13 surat dilayangkan ke Kantor Desa Pedindang dan 20 surat dikirim ke Kantor Desa Terak.

Surat tersebut berisi tentang permohonan pembebasan lahan kepada masyarakat yang terdampak.

Supaya pembangunan kolam retensi dapat segera terealisasi.

Banyak manfaat yang didapatkan dari pembangunan proyek itu.

Ia menilai, risiko yang diakibatkan genangan air dapat berkurang atau reduksi genangan air berkurang mencapai 69 persen.

Bisa juga dijadikan sebagai tempat wisata air, area pengembangan UKM, serta sebagai konservasi air, mampu meningkatkan cadangan air tanah setempat dengan daya tampungan kurang lebih 540.000 meter kubik.

“Kami bahagia, 69 persen reduksi genangan air dapat kami nikmati,” kata dia.

Walaupun demikian kata Molen, pihaknya sendiri sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BWS.

Dimana pembangunan kolam retensi merupakan harapan masyarakat Kota Pangkalpinang.

Dengan adanya proyek itu sedikitnya mampu mengurangi tugas dalam mengatasi banjir.

Pemerintah kota sendiri telah membangun Kolam Retensi Bukit Nyato.

Dimana ganti rugi mencapai 17 hektare, sehingga ini memerlukan dukungan dari semua pihak.

“Setiap tahun kami gali pasir di pasar ikan, setiap tahun normalisasi sungai. Secara Amdal juga sudah siap, mohon dukungan pak gubernur,” kata Molen.

Kepala Desa Terak, Haryono menyebut, pihaknya setuju dengan pembangunan Kolam Retensi Pedindang.

Pihaknya melihat banyak hal positifnya. Apabila sudah terbangun, sehingga optimis genangan air di Pangkalpinang bisa ditekan.

“Kami harap pengelolaan ini bukan hanya satu desa, tapi antar desa, saya sarankan bukan hanya atas nama Kolam Retensi Pedindang saja,” kata Haryono. 

( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/ Bangkapos.com/Anthoni Ramli/Cepi Marlianto/Nurhayati)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved