Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Biaya Haji Diusulkan Naik Rp 29 Juta, Ombusdman Bangka Belitung Minta Pelayanan Ditingkatkan

Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan rencana kenaikan biaya penyelenggara ibadah haji tahun 2022.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung (Babel), Shulby Yozar Ariadhy. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan rencana kenaikan biaya penyelenggara ibadah haji tahun 2022.

Biaya haji 2023 yang akan ditanggung jemaah haji naik hingga Rp29 juta menjadi Rp69 juta.

Padahal sebelumnya biaya haji hanya sebesar Rp 39,8 juta. 

Baca juga: Sekda Bangka Selatan Minta Seluruh Kepala OPD Pantau Kehadiran ASN dan PHL Pasca Libur Imlek

Baca juga: Kisah Mulkan Pengrajin Dambus di Pangkalpinang: Dari Iseng Bikin Hingga Diminati Sampai Luar Negeri

Namun Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Belitung (Babel), Drs H Tumiran Ganefo mengatakan untuk besaran biaya haji masih menunggu putusan dari pemerintah.

"Iya soal besaran biaya haji menunggu finalisasi dari Pemerintah, walaupun Menag sudah mengusulkan besarannya, kita tunggu saja dulu," ungkap Tumiran saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (23/1/2023).

Sementara, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy ikut menyoroti soal usulan kenaikan ongkos naik haji (ONH) tersebut.

"Kenaikan ONH sebesar Rp 69 juta, ada aspek layanan yang mesti perhatian bagi pengguna layanan ibadah haji. Sepatutnya layanan diberikan harus ada peningkatan yang lebih baik dan terukur, jangan sampai kenaikan ONH ini tidak diikuti dengan peningkatan kualitas layanan," tegas Yozar saat dihubungi terpisah.

Disamping itu pemerintah mesti terbuka aspek-aspek layanan yang ditingkatkan penyelenggaraan ibadah haji.

Soal antrean jemaah haji, sebelumnya disampaikan Kemenag Bangka Belitung bahwa terdata saat ini ada sekitar 27 ribu calon jemaah haji (calhaj) asal Bangka Belitung yang sedang dalam antrean.

Sementara pada tahun 2023, kuota calon jemaah haji asal Bangka Belitung sebanyak 1.056 orang.

"Ombudsman juga melihat aspek pengawasan pelayanan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji, seperti jaminan hak calon jemaah haji berdasarkan Pasal 6 UU 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh.

Baca juga: Nasib Honorer yang Bakal Dihapus 28 November 2023, Dewan Minta Berikan Solusi Terbaik

Berkenaan dengan substansi lamanya antrian keberangkatan haji tentu diharapkan agar dapat memprioritas lansia dengan ketentuan mereka telah memenuhi persyaratan dan kewajibannya sebagai calon jemaah haji," harapnya.

Di sisi penyelenggaraan, Yozar menambahkan apabila masyarakat merasakan adanya prosedur yang dilewati atau diabaikan oleh kemenag terkait pendaftaran haji, terlebih dahulu bisa masyarakat menyampaikan masalahnya kepada pengaduan internal kemenag.

"Jika tidak ditanggapi/dilayani maka bisa mengadukan hal tersebut kepada Ombudsman Babel. Hal ini telah diatur dalam UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Pasal 111 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah," saran Yozar. 

( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved