Breaking News:

Berita Bangka Selatan

11 Orang Pekerja Tambang Pasir Timah Rindik Diperiksa Satreskrim Polres Bangka Selatan

Mereka kita mulai lakukan pemeriksaan mulai dari pukul 09.00-16.00 WIB seperti biasa, karena pemeriksaan ini hanya dilakukan untuk

Penulis: Adi Saputra | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Adi Saputra
Kasatreskrim Polres Bangka Selatan AKP Chandra Satria Adi Pradana 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hampir kurang lebih dua pekan terjadinya laka tambang di Desa Rindik, Kecamatan Toboali, yang menewaskan dua pekerja tambang.

Hingga saat ini Polres Bangka Selatan masih menangani kasus tersebut.

Terbaru, Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim) Polres Bangka Selatan (Basel), melakukan pemeriksaan terhadap pekerja tambang ketika kejadian berada dilokasi.

Kapolres Basel AKBP Joko Isnawan, melalui Kasatreskrim AKP Chandra Satria Pradana, menyebutkan pihaknya melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan terhadap pekerja tambang.

"Iya kita hari ini melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang pekerja, ketika kejadian berada dilokasi tambang tepatnya IUP PT. Timah dan mereka pun didampingi oleh Penasehat hukum dari pihak PT. Timah," sebut AKP Chandra Satria Adi Pradana, Selasa (24/01/2023).

AKP Chandra pun menerangkan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa para pekerja tambang yang dilakukan pemanggilan ini berada dilokasi ketika kejadian.

"Mereka kita mulai lakukan pemeriksaan mulai dari pukul 09.00-16.00 WIB seperti biasa, karena pemeriksaan ini hanya dilakukan untuk memastikan mereka ini memang benar ada dilokasi," terangnya.

"Terutama para pekerja tambang ini mengaku diperjakan oleh pihak PT. Timah, apalagi mereka bekerja di IUP PT. Timah," tambah AKP Chandra.

Lebih lanjut AKP Chandra, menjelaskan terkait perjanjian kerja antara pihak PT. Timah dengan para pekerja tambang pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Kalau masalah kontrak kerja ataupun perjanjian kerja, kita belum sampai disana ya hanya memang mereka diperkerjakan disana oleh pihak PT. Timah dan dibayarkan upah untuk pekerja," jelasnya.

Perwira berpangkat balok tiga ini pun menegaskan, bukan hanya 11 orang pekerja tambang yang akan dilakukan pemanggilan.

Akan tetapi dalam pekan ini ada 3 orang dari pihak PT. Timah pusat, akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak Satreskrim Polres Basel.

"Rencana hari Kamis nanti kita akan periksa 3 orang lagi dari pihak PT. Timah, kami yakin mereka akan koooperatif untuk dilakukan pemeriksaan terkait laka tambang yang menewaskan dua orang pekerja," tegas AKP Chandra.

"Intinya yang jelas 3 orang itu berasal dari internal pihak PT. Timah, dan menyangkut job description karyawan PT. Timah sendiri, serta bagian mekanisme cara kerja tambang para pekerja tambang yang bekerja dengan pihak PT. Timah," ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, dari 11 orang pekerja tambang yang dilakukan pemeriksaan pertanyaan yang dipertanyakan semua hampir sama dan sesuai dengan fakta dilokasi.

"Sebagiannya semua sama kita tanyakan, pada intinya posisi pekerja ketika kejadian terjadi ataupun ketika mereka bekerja. Serta masing-masing ini perannya sebagai apa ketika kedua korban ini terjadi laka tambang, itu semua kita tanyakan ke 11 orang pekerja," ungkap AKP Chandra. (Bangkapos.com/Adi Saputra).

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved