Senin, 13 April 2026

Pemilu Serentak 2024

126 Anggota PPS Pemilu 2024 Dilantik, 60 Persen Wajah Baru

Ratusan anggota panitia pemungutan suara menjalani pelantikan di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Selasa (24/1/2023).

Penulis: Cepi Marlianto |
bangkapos.com
Perwakilan Anggota PPS saat melakukan penandatanganan pelantikan sebagai anggota PPS di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Selasa (24/1/2023). Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Ketua KPU Kota Pangkalpinang, Penti bersama empat Komisioner lainnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ratusan anggota panitia pemungutan suara (PPS) menjalani pelantikan di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Selasa (24/1/2023). Mereka yang dilantik kompak mengenakan seragam hitam putih.

Ratusan petugas tersebut nantinya akan berperan penting dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum atau Pemilu serentak pada 14 Februari 2024 mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang, Penti mengatakan, setidaknya terdapat 126 anggota PPS yang dilantik. Dimana mereka nantinya akan ditempatkan di 42 kelurahan. Masing-masing kelurahan yakni tiga anggota PPS. “Ada 126 orang anggota PPS yang kita lantik hari ini,” kata dia kepada Bangkapos.com usai kegiatan.

Penti mengungkapkan, dari jumlah anggota PPS yang dilantik tersebut terdapat sebanyak 75 orang atau 60 persen di antaranya merupakan wajah baru. Pasalnya, KPU sendiri memang mencari anggota yang pandai dan lincah, terutama untuk melek teknologi. Karena mereka dituntut memiliki kecakapan paham teknologi dan komputerisasi.

Hal ini karena adanya pergeseran dibandingkan dengan pemilu yang dilakukan sebelumnya. Mulai dari pemilu hingga pemilihan kepala daerah (Pilkada) semuanya sudah berbasis aplikasi. Sehingga mereka dituntut untuk memiliki kecakapan lebih di bidang komputerisasi.

“Kami mencari dari orang yang terbaik, orang yang pandai dengan menggunakan aplikasi dan juga komputer. Karena memang ada pergeseran dari pemilu-pemilu sebelumnya. Pemilu serentak 2024 ini kita lebih banyak menggunakan aplikasi,” jelas Penti.

Di sisi lain lanjut dia, selama proses rekrutmen pihaknya juga membuat beberapa pertimbangan.  Terlebih untuk melakukan regenerasi terhadap para anggota PPS maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Dimana sebagian besar anggota PPK yang dilantik beberapa waktu lalu, merupakan mantan anggota hingga ketua PPS.

Begitu juga sebaliknya, para anggota PPS yang dilantik merupakan mantan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS. Hal ini supaya para anggota memiliki kesempatan yang sama untuk dapat naik ke jenjang yang lebih tinggi. Prosedur ini tak terlepas dari suksesnya Pemilu pada tahun 2019 silam.

“Kami melihat kerja keras pada tahun 2019. Suksesnya Pemilu 2019 adalah suksesnya KPU bersama dalam melakukan pekerjaan dalam pemilu serentak,” ungkapnya.

Meskipun demikian kata Penti, pihaknya menegaskan kepada para anggota PPK maupun PPS harus bersikap netral atau tidak memihak dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab. Dalam terlaksananya prinsip keadilan oleh penyelenggara Pemilu.

Bersikap adil, kode etik, integritas, dan netral harus dijunjung tinggi. Dengan tujuan menghasilkan Pemilu 2024 menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu, mereka yang terpilih untuk menunjukkan kinerjanya.

Dimana mereka ditempatkan sesuai dengan kapasitas dan kompabilitas masing-masing. Tentunya di setiap kelurahan memiliki permasalahan tersendiri.

“Mohon maaf jika hasil yang kami dapatkan ini tidak bisa memuaskan semua kalangan. Karena kami bekerja sesuai dengan apa yang menjadi keinginan, target dan capaian yang ingin kami tempatkan di setiap Kelurahan masing-masing,” tegas Penti. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved