Breaking News:

Apa Itu Restoratif Justice? Metode Selesaikan Kasus Bawa Kabur Motor Penjual Sate di Pangkalpinang

Apa Itu Restoratif Justice? Cara yang Dipakai Menyelesaikan Kasus Bawa Kabur Motor Penjual Sate di Pangkalpinang

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
freepik.com
Iustrasi berjabat tangan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Kasus seorang yang membawa kabur sepeda motor penjual sate di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung berkahir dengan Restoratif Justice.

Hal ini dilakukan Polsek Bukit Intan terhadap Fitri (29), pelaku yang sempat membawa kabur sepeda motor milik penjual sate pada Rabu (18/1/2023) lalu. 

"Iya sudah kami restoratif justice, kedua belah pihak sepakat berdamai," ujar Kompol Ferey Hidayat saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Selasa (24/1/2023). 

Terkait kondisi sepeda motor Mio milik korban yang mengalami kerusakan, akibat digunakan pelaku pun tak lagi dipermasalahkan oleh korban. 

"Iya pelaku itu ada kecelakaan jadi motor rusak, tapi kata korban dia minta damai saja. Kata korban yang penting, motornya itu sudah bisa kembali lagi," tuturnya. 

Lebih lanjut perwira melati satu ini mengungkapkan, sepanjang proses hukum yang telah dijalani pihak dari keluarga pelaku tidak ada yang mendatangi Polsek Bukit Intan

"Kita geledah tasnya, cuma ada ktp saja. Pihak keluarga pelaku juga gak ada, jadi dia ini memang sendiri gak ada keluarga. Kalau sehari dia bilang jaga parkir, tapi gak tau juga benar atau tidak karena pelaku ini juga tidak jelas," bebernya. 

Dengan adanya kejadian tersebut, Kompol Ferey Hidayat mengimbau kepada masyarakat untuk dapat selalu berhati-hati terlebih kepada orang yang tidak dikenal. 

"Jangan sembarangan juga meletakkan barang, apalagi terkait kendaraan bermotor. Apabila memang mengalami tindak pidana, segera lapor ke kepolisian agar cepat ditindaklanjuti," ungkapnya. 

Lantas apa itu Restoratif Justice?

Dikutif dari berbagai sumber Restorative justice merupakan salah satu prinsip penegakan hukum dalam penyelesaian perkara yang dapat dijadikan instrumen pemulihan dan sudah dilaksanakan oleh Mahkamah Agung dalam bentuk pemberlakuan kebijakan.

Restorative justice sebagai alternatif penyelesaian perkara tindak pidana yang dalam mekanisme tata cara peradilan pidana, berfokus pada pemidanaan yang diubah menjadi proses dialog dan mediasi yang melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait.

Hal ini bertujuan untuk bersama-sama menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang adil dan seimbang bagi pihak korban maupun pelaku dengan mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.

Dalam Pasal 364, Pasal 373, Pasal 379, Pasal 384, Pasal 407, dan Pasal 482, KUHP konsep restorative justice bisa diterapkan dalam kasus-kasus tindak pidana ringan dengan hukuman pidana penjara paling lama tiga bulan dan denda Rp 2,5 juta.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved