Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kondisi Cuaca Buruk Nelayan di Bangka Barat Tak Berani Melaut Terlalu Jauh, Begini Pesan BPBD

Cuaca ekstrem, masih melanda wilayah Kabupaten Bangka Barat membuat sejumlah nelayan di wilayah setempat tidak berani terlalu jauh turun melaut.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Para nelayan sedang membereskan peralatan mereka di Pesisir Pantai Batu Rakit, Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cuaca ekstrem, masih melanda wilayah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membuat sejumlah nelayan  tidak berani terlalu jauh turun melaut.

Pasalnya, cuaca yang tidak bersahabat terjadi kurang lebih satu bulan terakhir ini.

Dengan kondisi saat ini berdampak pada kurangnya hasil tangkapan nelayan dari keadaan normal.

Erwan (48) nelayan di Pesisir Pantai Batu Rakit, Muntok, mengatakan dengan cuaca tidak menentu seperti saat ini, para nelayan setempat terpaksa mengurangi aktivitas melautnya.

"Walaupun gelombang besar kami nelayan pinggir masih tetap melaut. Hanya saja jaraknya tak jauh, cuma jarak sekitar 30 kilometer (Km), kalau saat ini hanya 15 km saja," kata Erwan, Selasa (24/1/2023) kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Pencairan Tahun Lalu Terlambat, Kini Anggaran Beasiswa Mahasiswa Babel Tahun 2023 Meningkat

Baca juga: Jadi Bintang di Indonesia Idol, Danil Pratama di Posisi Aman, Mehoa Minta Masyarakat Beri Dukungan

Kondisi cuaca yang tidak menentu, lanjutnya, pasti berdampak dengan hasil tangkapan.

Tidak jarang mereka tidak membawa hasil tangkapan pulang.

"Kalau tangkapan pasti berdampak, kalau kondisi cuaca normal, kami tembus bisa ratusan kilogram. Namun sekarang sekali berangkat hanya dapat 5 sampai 10 kilogram," ungap Erwan.

Sama seperti Erwan. Abdul Hamid (50) mengatakan, dengan kondisi sekarang yang bisa turun melaut hanya nelayan yang memiliki kapal berukuran besar saja.

"Bulan-bulan ini memang cuaca buruk dan gelombang di Perairan Pantai Batu Rakit besar. Jadi nelayan kecil ini susah untuk ke laut," ungkap Abdul Hamid.

Baca juga: Nasib Tenaga Non-ASN Pemda di Tangan Pusat, Honorer Cemas Menunggu Kabar

Hamid menyebut, kalau ingin turun pergi menangkap ikan para nelayan di sana hanya bisa di pinggiran saja. Sebab, jika sudah ke tengah laut gelombang sudah tinggi.

"Kalau jadwal mancingnya dari sore ke pagi. Kalau ke tengah jelas tidak berani, karena gelombang air laut tinggi, sekitar satu setengah meter," ujarnya.

Terpisah, Kepala BPBD Bangka Barat Achmad Nursandi mengimbau nelayan di Kabupaten Bangka Barat untuk berhati-hati saat melaut.

Bahkan, Sandi meminta nelayan untuk menunda aktivitas melautnya, hingga cuaca kembali membaik di bulan Februari 2023 mendatang.

"Melihat kondisi sekarang, nelayan di Bangka Barat kami imbau jangan melaut dulu. Karena kondisi angin kencang dan gelombang tinggi. Jadi harapan kami, tetap berhati-hati, kalau bisa ditunda dulu, sampai bener aman," kata Sandi panggilan akrabnya.

( Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved