Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Orang Miskin Babel Paling Sedikit Ketiga se-Indonesia, Pemprov Atasi dengan Program dari Dana APBD

Babel itu sebetulnya dengan standar KFM cukup tinggi, kebutuhan fisik minimum diangka  di atas Rp800 ribu per kapita per bulan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Bangka Belitung, Fery Insani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah provinsi Bangka Belitung (Babel) terus berupaya menekan angka ke miskinan di Bangka Belitung.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Bangka Belitung termasuk daerah yang memiliki penduduk miskin paling sedikit ketiga se-Indonesia dengan angka 4,61 persen.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Babel, Fery Insani membeberkam standari kebutuhan fisik minimum (KFM) di Bangka Belitung yang lebih tinggi dibandingkan nasional.

"Babel itu sebetulnya dengan standar KFM cukup tinggi, kebutuhan fisik minimum diangka  di atas Rp800 ribu per kapita per bulan, secara nasional itu KFM sebenarnya diangka Rp535 ribu per kapita per bulan," ujar Fery, Selasa (24/1/2023).

Lebih lanjut, dia menyebutkan standar hidup di Bangka Belitung itu cukup tinggi tapi memang angka ke miskinan rendah.

"Memang dari dulu kita masuk lima besar terendah, pernah nomor satu terendah secara nasional," katanya.

Kedati begitu, pemerintah juga menyoroti dan ingin menurunkan angka ke miskinan ekstrem di Bangka Belitung yang tercatat 1,22 persen.

"Ke miskinan secara umum, tapi kalau ke miskinan ekstrem, kita diangka 1,22 persen, ke miskinan ekstrem itu secara standarnya , orang itu harus membelanjakan kira-kira Rp300 ribu per bulan. Kalau tidak belanja atau di bawah itu maka masuk ke miskinan ekstrem, mungkin kelompok lansia yang tidak punya apa-apa," jelas Fery.

Dibeberkan rendahnya angka ke miskinan di Babel karena perekonomian Babel yang dinilai baik.

"Sebetulnya struktur ekonomi Bangka Belitung masih bagus, meskipun didominasi tambang tapi ada juga perkebunan, dan sektor lain yang berkembang cukup baik," katanya.

Pemerintah provinsi akan melakukan berbagai upaya untuk menekan angka ke miskinan dari data BPS dan angka ke miskinan ekstrem.

"Tahun 2024, tugas kita menghilangkan angka ke miskinan ekstrem, 1,22 persen itu mau dihilangkan dengan program pemerintah. Jadi ini akan kita intervensi melalui APBD, itu wajib bagi kita mengatasi ke miskinan. Kita menekan juga angka ke miskinan yang 4,61 persen dengan intervensi anggaran," katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bangka Belitung, Budi Utama, ikut menanggapi soal angka ke miskinan di Babel yang nomor ketiga terendah.

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk daerah yang memiliki penduduk miskin paling sedikit ketiga, itu karena Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sehingga masyarakatnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik dan tentunya berkolerasi terhadap pendapatan perkapita di Bangka Belitung," kata Budi.

Menurut Budi juga, sosial masyarakat Babel kebanyakan bekerja di sektor pertambangan timah dan perkebunan dimana Pulau Bangka Belitung kaya akan timah dan beberapa penduduknya memiliki perkebunan sendiri maupun keluarga, yang menompang kehidupannya.

"Walaupun masyarkatnya masuk kedalam ke miskinan yang dinamis, namun masyarakatnya dapat dengan mandiri dalam menjalankan kehidupannya dengan berkebun baik individu maupun keluarga," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved