Breaking News:

Berita Kriminal

Saldo Miliaran Rupiah dan Status Ibu Bhayangkari Bikin Yan Kepincut Investasi ke Terdakwa Lia

Awalnya saya belum tertarik, cuma dia selalu menghubungi saya, mengirimkan screenshot bukti saldo yang kalau saya tidak salah mencapai 760 miliar

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Iwan Satriawan
KONTAN
ILUSTRASI 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -Berbagai cara dilakukan Dinda Marliani alias Lia (33) terdakwa kasus penipuan berkedok investasi bodong untuk meyakinkan korban Yan.

Salah satunya dengan cara memamerkan saldo yang nilainya sangat fantastis yakni mencapai ratusan miliar rupiah.

Tak sampai di situ, Lia juga acap kali mengirimkan bidang usaha yang konon katanya tengah ia geluti.

Mulai dari bisnis solar hingga jual beli pasir timah.

Modus semacam inilah yang kemudian membuat Yan kepincut dan akhirnya ikut menanamkan investasi yang nilainya mencapainya miliaran rupiah.

Belum lagi, status keduanya tercatat sama sama sebagai ibu Bhayangkari di lingkungan Direktorat Polairud Polda Kepulauan Babel.

"Awalnya saya belum tertarik, cuma dia selalu menghubungi saya, mengirimkan screenshot bukti saldo yang kalau saya tidak salah mencapai 760 miliar, screenshot bisnis solar dan timahnya, ada juga yang di atas kapal tanker. Ditambah saya dan dia sama sama ibu Bhayangkari jadi saya semakin percaya," kata Yan saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Selasa (24/1/2023).

Menurut Yan, sebelum sampai ke meja hijau, persoalan tersebut sempat di mediasi petinggi di Direktorat Polairud Polda Babel.

Bahkan kedua pihak sempat duduk bersama dan membuat surat perjanjian di atas materai.

Dalam isi surat tersebut Lia berjanji bakal membayar modal yang ditanamkan Yan kepada dirinya.

"Apakah sebelumnya persoalan ini sempat dimediasi oleh pimpinan di kantor tempat suami kalian bekerja," tanya ketua majelis Hakim Hirmawan Agung, Selasa (24/1/2023)

"Pernah pak, waktu itu di mediasi dan dibuatkan surat perjanjian di atas materai. Itu ada suami dia (Lia, red) suami saya dan waktu itu oleh atasan di beri waktu satu bulan tapi sampai sekarang perdamaian itu tidak terwujud akhirnya saya laporkan," kata Yan.

Sebelumnya, Yan juga intens menghubungi dan mendatangi kediaman Lia, guna menagih janjinya tersebut. Namun, yang bersangkutan selalu menghindar.

"Sebelumnya juga waktu saya melahirkan saya wa tanya kenapa gak ke rumah, entah mungkin dia malu atau apa cuma alasannya lagi sibuk dengan bisnis yang digeluti," pungkas Yan.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved