Breaking News:

Berita Sungailiat

BPPW Babel Serahkan Pengelolaan Kawasan Nelayan 2 ke Pemkab Bangka

Tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghibur dan menyegarkan pikiran, seperti kegiatan sosial kemasyarakatan, olahraga, pesta

Penulis: edwardi | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/edwardi
Bupati Bangka Mulkan melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan sementara skala kawanan Nelayan 2 Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat dari BPPW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Pemkab Bangka di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat, Rabu (25/01/2023).  

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Mulkan melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan sementara skala kawasan Nelayan 2 Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat dari BPPW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Pemkab Bangka di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat, Rabu (25/01/2023).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Kepala BPPW Babel Mierka Risdawati, unsur Forkopimda Bangka, para pejabat dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka, perwakilan PT Timah Tbk, perbankan, PT PLN dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ditandai dengan penandatanganan berita acara, dilanjutkan penanaman pohon peneduh dan peninjauan bersama hasil kegiatan.

Bupati Bangka, Mulkan mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dari masyarakat, karena dua tahun terakhir ini Kabupaten Bangka mendapatkan prioritas untuk mengatasi persoalan kawasan kumuh dari pemerintah pusat dan provinsi, seperti Kampung Natak di Lingkungan Nelayan 1 tahun 2021 dan tahun 2022 di Lingkungan Nelayan 2 Kelurahan Sungailiat. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada pelaku usaha dan perbankan untuk menyediakan sarana dan prasarana. Ini juga sesuai dengan visi misi Bangka Setara untuk pemerataan pembangunan antar wilayah dan kegiatan ini untuk pengentasan wilayah kumuh serta kesenjangan lainnya," kata Mulkan.

Diharapkannya, tidak ada lagi rumah atau tempat tinggal warga Kampung Nelayan  ini yang membuangan kotoran langsung ke aliran sungai, karena hal ini menyebabkan lingkungan menjadi kotor, makhluk hidup di air tidak sehat serta tidak timbul kesenjangan sosial.

"Untuk mendapatkan anggaran membangun  ini tidaklah mudah dan beban negara saat ini sangat berat, karena ada 38 provinsi di Indonesia. Untuk itu sapras yang sudah dibangun ini harus dijaga dan dirawat, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak menganggu atau merusak lingkungan sekitar seperti adanya penambangan liar di kawasan ini, karena siapa lagi yang akan menjaga lingkungan ini  selain masyarakat di sini lah," harap Mulkan.  

Diharapkannya, perlu dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang harus aktif dan berperan serta peduli menjaga sarana dan prasarana yang sudah dibangun pemerintah ini.

"Tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghibur dan menyegarkan pikiran, seperti kegiatan sosial kemasyarakatan, olahraga, pesta perkawinan dan lainnya," tukas Mulkan.

Sementara itu Kepala BPPW Babel Mierka Risdawati mengatakan kegiatan ini merupakan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) segmen 2 pengembangan kawasan.

"Kita harapkan daerah yang semula tidak layak atau kumuh menjadi lebih layak, atau mengubah wajah Kampung Nelayan 2 menjadi lebih bagus dan nyaman bagi masyarakat, tanpa mengesampingkan pola hidup mereka," kata Mierka.

Dilanjutkannya, karena daerah ini masyarakat nelayan, sehingga infrastruktur yang dibangun seperti adanya jalan, gazebo  tambatan perahu sebagai yang utama untuk menunjang kehidupan ekonomi masyarakat.

"Dalam membangun ini kita juga menggandeng program CSR dari perusahaan lainnya, karena pemerintah tidak bisa melakukan sendirian sehingga dibantu pihak BUMN dan swasta lainnya," ujarnya.

Diungkapkannya, kegiatan ini dibangun tahun 2022 lalu dengan anggaran sekitar Rp13 miliar lebih dari pemerintah pusat.

"Saat ini baru penandatanganan berita acara pengelolaan aset, selanjutnya baru dilakukan serah terima aset, berarti nanti aset fisik ini punya Pemkab Bangka, namun kami akan selalu melakukan monitoring dan evaluasi agar aset ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat," tukasnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)


Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved