Breaking News:

Berita Sungailiat

Bupati Bangka Akan Tindak Tegas Pelaku Penambangan di Kawasan Kotaku

Kita akan tangkap masyarakat yang menambang timah di kawasan ini, termasuk yang di Kampung Natak Lingkungan Nelayan 1

Penulis: edwardi | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/edwardi
TI-TI Tower yang sedang parkir di depan dermaga Kawasan Nelayan 2 Sungailiat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Belasan unit ponton TI Tower terlihat sedang parkir di depan dermaga Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Kawasan Nelayan 2 Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat  yang baru selesai dibangun Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Melihat hal itu Bupati Bangka Mulkan sempat mempertanyakan kepada Kepala Lingkungan (Kaling) Nelayan 2, Syarifudin mengenai keberadaan TI-TI Tower ini.

Penampakan TI-TI Tower yang sedang parkir di depan dermaga Kawasan Nelayan 2 Sungailiat.
Penampakan TI-TI Tower yang sedang parkir di depan dermaga Kawasan Nelayan 2 Sungailiat. (Bangkapos.com/edwardi)

"Ini pak Kaling keberadaan TI- TI Tower ini apakah karena ada kegiatan peresmian hari ini sehingga istirahat tidak bekerja atau apa. Nanti saya akan cek dan pantau di hari lainnya dengan pak Kapolres," kata Mulkan, Bupati Bangka saat kegiatan penanaman pohon dan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan sementara skala kawasan Nelayan 2 Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat dari BPPW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Pemkab Bangka di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat, Rabu (25/01/2023).

Ditegaskannya, tidak main-main dan akan menindak masyarakat yang melakukan penambangan timah di wilayah ini.

"Kita akan tangkap masyarakat yang menambang timah di kawasan ini, termasuk yang di Kampung Natak Lingkungan Nelayan 1. Kita sudah tidak bisa memberikan toleransi lagi," tegas Mulkan yang disambut tepuk tangan hadirin.

Diharapkannya, masyarakat lingkungan Nelayan Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat harus bisa menjaga dan merawat fasilitas infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah ini.

"Pembangunan tempat ini tidak mudah, kita mendapatkan bantuan pembangunan ini tidak mudah, karena banyak kabupaten/kota lain juga berebut untuk mendapatkannya dan pemerintah mendapatkan dana pembangunan ini juga dari pinjaman negara ke IMF," imbuhnya.

Dilanjutkannya, pemerintah tidak melarang masyarakat mencari makan, namun harus juga disesuaikan dan melihat lokasinya untuk menambang.

"Jadi saya tegaskan jangan ada penambangan timah di wilayah ini, mohon kita jaga dan rawat fasilitas yang sudah dibangun ini," harapnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved