Breaking News:

Calon Jamaah Bila Tak Mampu Bayar Kenaikan Biaya Haji Rp69 Juta, Bakal Tertunda Keberangkatannya

Mereka otomatis akan menunda keberangkatannya. Tapi yang paling penting kebijakannya itu ada di Kementerian Agama dan Komisi VIII ...

Istimewa
Usulan Biaya Haji 2023 Kemenag Naik Jadi Rp Rp69 Juta, Ini Alasan Menag Yaqur Cholil Qoumas 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Calon jamaah haji yang tak mampu membayar kenaikan biay ahaji Rp69 juta, keberangkatannya akan tertunda.

Hal itu dikarenakan tidak ada biaya untuk pelunasannya.

Seperti diketahui, selama ini setiap jemaah haji sudah menyetor Rp 25 juta untuk dapat nomor antrean.

Mereka akan membayar sisanya saat akan berangkat.

Jika usulan Rp 69,1 juta disetujui DPR, maka jemaah harus bayar sisanya sekitar Rp 44 juta.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah menyebut bila ada calon jemaah haji yang tidak mampu membayar biaya pelunasan, maka keberangkatannya bisa ditunda.

Baca juga: Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Belajar Menurut Ajaran Islam, Agar Jauh dari Rasa Malas

Baca juga: Seekor Buaya Antar Jenazah Balita yang Tewas Tenggelam, Ditarik hingga ke Tepi Sungai Mahakam

Baca juga: Yan Kepincut Investasi Bodong Milik Lia Gegara Saldo Miliaran Rupiah dan Statusnya Ibu Bhayangkari

"Mereka otomatis akan menunda keberangkatannya. Tapi yang paling penting kebijakannya itu ada di Kementerian Agama dan Komisi VIII [ DPR]," kata Fadlul dalam media gathering di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2023).

BPKH kata dia, hanya sebatas lembaga pembiayaan haji. Sehingga terkait kebijakan, BPKH akan mengikuti apa yang menjadi keputusan Kemenag dan Komisi VIII DPR RI.

"Yang paling penting adalah apapun kebijakannya itu ada di Kemenag dan Komisi VIII DPR. Kami dari sisi BPKH hanya berusaha memaksimalkan nilai manfaat agar kemampuan dari calon jamaah haji bisa sesuai dengan apa yang dibiayakan pada tahun keberangkatan," ujarnya.

Tambahan Waktu Biaya Pelunasan Haji

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menjelaskan Kemenag akan memberikan waktu bagi calon jemaah haji melunasi biaya haji.

Kemenag memberikan waktu pelunasan 30 hari bagi jamaah yang terjadwal berangkat di tahun ini dan akan memberikan tambahan waktu jika belum bisa melunasi selama 30 hari.

"Insyaallah mereka mudah-mudahan sudah menyiapkan [biaya] itu. Tapi bahwa kita akan memberikan waktu pelunasan yang cukup. Kalau dalam undang-undang sepertinya sudah diatur, 30 hari. Skema ini sudah berjalan bertahun-tahun, bukan hanya sekarang-sekarang. Sudah belasan tahun lalu model pelunasan seperti ini," ujarnya.

Misalnya, jamaah haji yang tidak terbawa kloter 2022, artinya masuk untuk berangkat dengan kloter di tahun 2023. Baik yang sudah lunas tahun 2020 ke 2022, maupun mereka yang sudah tahu berangkat 2023.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved