Breaking News:

Berita Bangka Barat

Diterjang Gelombang Tinggi Pantai Asmara di Bangka Barat Abrasi dan Jalan Hampir Putus

Sekitar 50 meter pesisir Pantai Asmara rusak dan jalan di sana hampir putus akibat diterjang ombak, Rabu (25/1/2023).

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Bibir Pantai Asmara, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami rusak dan jalan hampir putus, akibat diterjang ombak, Rabu (25/1/2023). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekitar 50 meter pesisir Pantai Asmara, Kelurahan Tanjung, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rusak dan jalan di sana hampir putus akibat diterjang ombak, Rabu (25/1/2023).

Gelombang tinggi menghantam bibir pantai yang terjadi selama tiga hari belakangan.

Kondisi ini menyebabkan pasir Pantai Asmara terkikis dan menyebab fasilitas umum serta warung di sana hampir roboh.

Baca juga: BPBD Kota Pangkalpinang Goes to School ke Sekolah Rawan Banjir, Sosialisasikan Antisipasi Bencana

Baca juga: Banjir Rob Kepung Sejumlah Titik di Pangkalpinang, 141 Rumah Terendam Air, Pasrah Tunggu Air Surut

Pantauan Bangkapos.com di Pantai Asmara, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, terlihat bibir pantai itu sudah terkikis dan jalan di sekitar pantai itu hampir putus, akibat gelombang.

Untuk sementara, jalan itu, masih bisa dilewati oleh kendaraan roda dua atau roda empat.

Namun pengendara harus berhati-hati dikhawatirkan jalan tersebut amblas. 

Bibir Pantai Asmara, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami rusak dan jalan hampir putus, akibat diterjang ombak, Rabu (25/1/2023).
Bibir Pantai Asmara, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami rusak dan jalan hampir putus, akibat diterjang ombak, Rabu (25/1/2023). (Bangkapos.com/Yuranda)

Menurut Aminah (53) warga setempat, peristiwa gelombang tinggi yang menghantam bibir pantai itu sudah terjadi sejak Senin (23/1/2023) lalu.

Dengan adanya kejadian ini, Aminah tidak bisa berjualan seperti biasa, sebab warungnya sudah roboh akibat abrasi.

"Pesisir ini sudah hancur dari hari senin kemarin. Dulu pernah hancurlah, tapi tidak separah ini. Kemarin sama sekarang tinggi gelombang dan anginnya pun kencang," keluh Aminah, di pesisir pantai Asmara, Rabu (25/1/2023).

Aminah berharap pemerintah daerah untuk segera menanganinya guna mengantisipasi terjadinya kerusakan yang lebih luas lagi agar bisa berjualan di tempat biasanya.

"Kami minta bantuan lah gimana pun agar supaya gelombang laut tidak menghancurkan tempat kami jualan. Kebetulan kami cari makan di sini, kami minta bantuan lah dengan pemerintah," harap Aminah. 

Bibir Pantai Asmara, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami rusak dan jalan hampir putus, akibat diterjang ombak, Rabu (25/1/2023).
Bibir Pantai Asmara, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami rusak dan jalan hampir putus, akibat diterjang ombak, Rabu (25/1/2023). (Bangkapos.com/Yuranda)

Terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Achmad Nursandi mengatakan kerusakan bibir pantai yang disebabkan oleh abrasi mencapai 50 meter.

"Gelombang laut yang mengakibatkan abrasi di bibir atau garis Pantai Asmara menyebabkan kerusakan sepanjang 50 meter dan lebar 4 sampai 5 meter serta tinggi 1 meter. Kerusakan di aspal lebih sedikit, sekitar 10 meter," kata Achmad Nursandi.

Baca juga: Polisi Ungkap Pencurian Perhiasan Pelajar di Belitung, Pelaku Ngaku Mencuri karena Terlilit Utang

Baca juga: Tahun Ini, Pemkab Bangka Selatan Anggarkan Rp30 Miliar Untuk Program Berobat Gratis 

Menurut Sandi panggilan akrabnya, untuk menangani hal ini pihaknya bakal berupaya dengan instansi lain untuk membangun talud pemecah gelombang sehingga abrasi bisa dicegah.

"Upayanya kami bekerjasama dengan instansi terkait untuk membangun tanggul atau penahan air sementara, bisa pakai geobag. Sedangkan jangka panjang kita bicarakan tentang pembangunan talud penahan air," ucap Sandi.

Untuk itu, pihaknya bakal berkoordinasi dahulu dengan sejumlah instansi terkait untuk wacana penutupan area wisata karena alasan keselamatan.

"Untuk sementara waktu nanti kita akan koordinasi dengan instansi terkait untuk supaya diamankan atau tidak ada lalu lintas maupun kendaraan di area tersebut," ungkapnya.

( Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved