Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dongkrak Sektor Wisata di Pangkalpinang, Dinas Pariwisata Kembangkan Kawasan 2 Desa Wisata

Misalnya Kelurahan Tuatunu Indah, didukung dengan luas lahan hutan kota sekitar 60 hektare. Dengan luas lahan tersebut, kemudian bisa dijadikan

Penulis: Iqbal Pratama | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, M Yasin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Melalui program Pemerintah Pusat, Kepala Dinas Pariwisata Pangkalpinang, M Yasin sebut kembangkan Kawasan Desa Wisata. 

M Yasin mengatakan, sektor pariwisata sebagai tonggak kebangkitan ekonomi baru bagi masyarakat Pangkalpinang. 

Kemudian, Desa wisata memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan, juga membuka lapangan pekerjaan, dan peeluang usaha baru ekonomi kreatif sehingga dapat menjadi alternatif ketahanan perekonomian terutama Pangkalpinang. 

Pariwisata leading sektor berbasis kreatif dengan potensi wisata yang kaya, seharusnya bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyat. Dengan adanya sektor wisata dapat mendorong perekonomian suatu daerah kemudian berdampak positif pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ia menjelaskan hasil kajian Dinas Pariwisata terdapat 2 kelurahan memiliki potensi dan peluang untuk terus dikembangkan.

Pertama, Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang. Kedua, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek sebagai desa wisata

"Misalnya Kelurahan Tuatunu Indah, didukung dengan luas lahan hutan kota sekitar 60 hektare. Dengan luas lahan tersebut, kemudian bisa dijadikan sebagai konsep wisata alam Flying Fox. Selain itu, faktor budaya sebagai pendukung daerah tersebut. Tuatunu sendiri kan telah ditetapkan sebagai Kampung Melayu, nah ini bisa jadi value tourism dari desa itu sendiri, jelas M Yasin kepada Bangkapos.com Selasa, (24/1/2023) siang. 

Sama halnya, kawasan Kelurahan Selindung, dimana terdapat icon yaitu Tugu Ketem Remangok dan juga akan ada terminal yang telah disusun Perda pada kawasan pengembangan Pariwisata. 

"Seperti di kelurahan Selindung terdapat icon Tugu Ketem Remangok, dan ada juga dari pak wako seperti terminal yang telah disusun Perda pada kawasan itu," ungkap M Yasin. 

Apabila desa wisata sudah ditetepkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang maka program-program yang mendukung perkembangan Desa Wisata tersebut diluncurkan. 

"Kawasan prioritas adalah Pasir Padi. Namun berbanding lurus kawasan pengembangaan kepariwisataan adalah Tautunu dan Selindung. Selain itu, jika sudah ada penetapan maka para OPD akan sigap langsung ," jelas M Yasin. 

Maka, dengan adanya pengembangan Desa Wisata tersebut menjadi salah satu acuan untuk kemudian bisa catch-up mengambil potensi yang dimiliki sebagai peluang. 

Menurutnya, program akan sukses apabila masyarakat saling bersinergi dan berkolaborasi bersama untuk keberhasilan Desa Wisata tersebut. Jika hanya pemerintah saja, maka tidak akan berjalan dengan efektif. 

(Bangkapos/Iqbalpratama) 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved