Breaking News:

Berita Pangkalpinang

ONH Naik Jadi Rp 69,2 Juta, Kemenag Bangka Belitung Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Pemerintah berencana akan menaikkan ongkos Naik Haji (ONH) pada tahun 2023 ini menjadi Rp 69,2 juta.

Penulis: Nurhayati CC | Editor: nurhayati
Tribunnews/Bahauddin R Baso/MCH2019
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah berencana akan menaikkan ongkos Naik Haji (ONH) pada tahun 2023 ini menjadi Rp 69,2 juta, yang sebelumnya di tahun 2022 hanya dikisaran Rp 39,9 juta. 

Kenaikan ONH ini sekitar Rp 29 juta.

Suhardi (65), seorang calon jamaah haji yang direncanakan berangkat pada tahun 2023 ini, menyatakan kesiapannya apabila harus menambah ONH.

"Pertama rencananya tahun 2020 lalu, tapi ya karena kondisi kemarin, tertunda kan. Tahun kemarin juga belum masuk daftar, insyaallah tahun ini. Jadi misal ada biaya tambahan juga ikhlas saja," kata Suhardi kepada Bangkapos.com, Senin (23/1/2023).

Meskipun sudah melakukan pelunasan pada tahun 2020, dia tidak mempermasalahkan apabila rencana kenaikan itu akan diterapkan pada tahun ini.

"Namanya kita harus mengikuti aturan kan, masuk dalam daftar saja sudah senang. Meski kemarin sudah bayar, misal harus ada penambahan insyaalah juga siap," ungkapnya. 

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Belitung (Babel),  H Tumiran Ganefo mengatakan untuk besaran biaya haji masih menunggu keputusan dari pemerintah.

"Iya soal besaran biaya haji menunggu finalisasi dari Pemerintah, walaupun Menag sudah mengusulkan besarannya, kita tunggu saja dulu," kata Tumiran saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (23/1/2023).

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Bangka Belitung, H Abdul Rohim menjelaskan, pengusulan biaya kenaikan haji oleh kemenag ini dilakukan karena beberapa pertimbangan. 

Pasalnya ia menyebut, total biaya haji yang seharusnya dibayar jemaah ini mencapai Rp98 juta.

Menurut Abdul Rohim, Selama ini seperti pada tahun 2022,  para jemaah haji hanya membayar 39 persen dari biaya yang telah ditentukan, sedangkan 61 persen ditanggung atau ditutupi optimalisasi dana haji atau tabungan haji.

Dia menyebut, total biaya Rp69,2 juta yang diajukan saat ini masih dalam pengusulan, hal ini dirasa menjadi pertimbangan kemenag agar para jemaah haji di tahun berikutnya juga mendapat keadilan.

"Jadi untuk usulan Rp69,2 juta ini adalah usulan 70 persen biaya penyelenggaraan ibadah haji yang seharusnya Rp98 juta. Di mana sebelumnya para jemaah hanya membayar 30 persen dari biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan sisahnya ditangung dana optimalisasi. Jadi saat ini yang diusulkan kemenag merupakan upaya agar dana optimalisasi haji bisa adil dirasakan jemaah pada tahun berikutnya," jelas Rohim kepada Bangkapos.com, Selasa (24/1/2023).

Dia mengungkapkan, apabila biaya penyelenggaraan ibadah haji yang diterapkan masih sama yakni 30 persen yang ditangung jemaah, maka kemungkinan dana haji ini akan tergerus sehingga para jemaah haji tahun erikutnya akan terkuras dan tidak mendapat bantuan tambahan dana ibadah haji.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved