Breaking News:

Profil Tokoh

Profil Mahfud MD, Menko Polhukam Kabinet Indonesia Maju yang Kerap Nongol di Kasus Ferdy Sambo

Sebelum diangkat sebagai Menteri, ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. 

BANGKAPOS.COM - Menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, nama Mahfud MD tak lagi asing di telinga banyak orang.

Nama Menko Polhukam Mahfud MD pun kerap mencuat seiring hebohnya kasus di kepolisian soal Ferdy Sambo.

Pemilik nama lengkap Mohammad Mahfud MD itu diketahui lahir di Sampang, Madura pada 13 Mei 1957.

Mahfud pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008 – 2011 dan Hakim Konstitusi era 2008 – 2013.

Sebelum diangkat sebagai Menteri, ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Dikutip dari laman Perpusnas, MD tersebut diambil dari nama ayahnya yakni Mahmodin. 

Dengan nama tersebut, kedua orangtuanya berharap anak keempat dari tujuh bersaudara itu menjadi orang yang terjaga.

Masa kecil Mahfud MD

Mahfud MD dilahirkan oleh Ibu Siti Khadijah di Sampang, Madura pada 13 Mei 1957.

Ia dilahirkan ketika ayahnya bertugas sebagai pegawai rendahan di kantor Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Ketika Mahfud berusia dua bulan, keluarga Mahmodin pindah ke Pamekasan, daerah asalnya.

Di sana, di Kecamatan Waru, Mahfud menghabiskan masa kecilnya. Kala itu, surau dan madrasah diniyyah adalah tempat Mahfud belajar agama Islam.

Riwayat pendidikan

Mahfud lalu dikirim ke pondok pesantren Somber Lagah di Desa Tegangser Laok, untuk mendalami agama saat sekolah SD.

Meski nilai ujiannya bagus, Mahfud tidak melanjutkan sekolah ke SMPN favorit. Orang tuanya memasukkan dia Pendidikan Guru Agama (PGA) Negeri di Pamekasan. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved