Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Oplos Tabung Gas 12 Kilogram, Riko Terancam Hukuman Enam Tahun Penjara, Temannya DPO

Saat ditangkap pada Selasa (15/11/2022) lalu, Riko tak berkutik saat personel Polsek Pangkalan Baru menggerebek aktivitas ilegalnya

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kapolsek Pangkalan Baru, Iptu Taufan Arif Nugroho 

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Riko Andriyansah (38) Warga Jalan Bukit Pau Kelurahan Dul yang nekat mengoplos isi tabung gas elpiji, membuatnya harus berurusan dengan hukum dan terancam pidana enam tahun penjara. 

Hal ini pun diungkapkan Kapolsek Pangkalanbaru Iptu Taufan Arif Nugroho, usai pihaknya telah melakukan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Tengah. 

Personel Polsek Pangkalan Baru menunjukkan barang bukti elpiji yang dioplos oleh pelaku bernama Riko.
Personel Polsek Pangkalan Baru menunjukkan barang bukti elpiji yang dioplos oleh pelaku bernama Riko. (IST/Dokumentasi Iptu Taufan Arif Nugroho)

"Iya untuk pelaku pemindahan isi tabung gas 3 kilogram subsidi pemerintah, ke tabung gas 12 kilogram non subsidi. Untuk pelimpahan sudah kita lakukan, dan saat ini tentunya proses hukum dilanjutkan pihak Kejari Kabupaten Bangka Tengah," ujar Iptu Taufan Arif Nugroho saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Kamis (26/1/2023). 

Untuk pelaku pihak Polsek Pangkalanbaru mengenakan pasal 55 Undang-Undang (UU) nomor 22 tahun 2021 tentang minyak gas dan bumi yang diubah dengan pasal 40 nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. 

"Jadi setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan atau LPG yang disubsidi pemerintah dipidana dengan penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar," ungkapnya. 

Selain itu Riko juga dikenakan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. 

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Polsek Pangkalan Baru kembali meringkus Riko Andriyansah (38), usai nekat melakukan tindakan penyalahgunaan dengan mengoplos gas elpiji dari tabung 3 Kilogram ke tabung gas 12 Kilogram. 

Saat ditangkap pada Selasa (15/11/2022) lalu, Riko tak berkutik saat personel Polsek Pangkalan Baru menggerebek aktivitas ilegalnya yang dilakukan dikediamannya di jalan Bukit Pau, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru. 

Kapolsek Pangkalan Baru, Iptu Taufan Arif Nugroho saat dikonfirmasi pun membeberkan, sejumlah cara yang dilakukan Riko untuk melancarkan aksinya. 

"Untuk pelaku ini memindahkan isi 3 kilogram ke 12 kilogram, untuk tabung itu dijual ke beberapa tempat seperti Tanjung Gunung, Batu Belubang dan di seputaran Namang," ujar Iptu Taufan Arif Nugroho, Rabu (14/12/2022). 

Untuk tabung-tabung tersebut diketahui didapatkan Riko, dari sejumlah warung yang yang berada di wilayah Kecamatan Pangkalan Baru. 

Selain itu, terungkap Riko seakan tak kapok melakukan tindakan kejahatan, hal ini dikarenakan sebelumnya Riko pernah mendekam di penjara gara-gara kasus serupa. 

"Iya pelaku ini residivis kasus yang sama pada 2020 pernah di penjara, dari interogasi pun pelaku mengakui mengoplos gas ini setelah pelaku keluar dari penjara pada April 2022 lalu," tuturnya. 

Dalam aksinya, Iptu Taufan Arif Nugroho mengatakan Riko tak bekerja sendiri namun terdapat satu pelaku lainnya yang kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved