Kamis, 16 April 2026

Berita Pangkalpinang

Cegah Kasus Penculikan, Psikolog Ingatkan Peran Pengawasan Orang Tua

Lemahnya pengawasan orangtua dapat menjadi salah satu faktor yang memudahkan penculik untuk melakukan kejahatan

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
Istimewa/doc. Wahyu
Dosen prodi psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu Kurniawan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dosen Psikologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Wahyu Kurniawan meningkatkan pengawasan orang tua untuk mencegah sekaligus mengantisipasi penculikan anak. Sebab keamanan dan keselamatan anak merupakan tanggung jawab orangtua karena pengawasan itu penting.

“Edukasi bagi orang tua dan anak menjadi penting, ini agar tidak menciptakan ketakutan yang berkelanjutan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (3/2/2023).

Menurut Wahyu, lemahnya pengawasan orangtua dapat menjadi salah satu faktor yang memudahkan penculik untuk melakukan kejahatan tersebut. Mengingat anak merupakan kelompok paling rentan yang belum bisa melindungi diri sendiri. Perlu kewaspadaan cepat tanggap jika anak telah harus pulang dari sekolah dan dijemput oleh orangtuanya.

Orangtua dinilai perlu mengajarkan anak cara memberikan respons terhadap orang-orang asing yang ada di sekitar. Ajarkan cara menolak ajakan orang lain yang tidak dikenal. Sehingga anak mampu menyampaikan isi pikirannya.

“Perlu juga mengedukasi masyarakat bahwa pemerintah siap bertanggung jawab dan sekolah dan lingkungan tempat tinggal adalah tempat yang aman,” ungkap Wahyu.

Lebih jauh lanjut dia, sebagai masyarakat umum dan biasa, melihat anak anak bermain dengan ceria, bergembira di sekolahan, berlari di kampungnya, menari-nari di taman bermainnya adalah hal yang sudah menjadi hal pasti didambakan. Namun dengan pemberitaan masif menyampaikan kasus penculikan membuat orangtua menjadi sangat takut mendengarkannya.

Informasi tersebut memang harus disampaikan, akan tetapi jangan saja informasi ini dibiarkan hingga masyarakat hilang rasa aman khususnya bagi anak-anak. Pasalnya,  bermain adalah dunia anak. Dengan bermain anak akan bisa tumbuh kecerdasan emosi, kognitifnya akan tumbuh berkembang. Saat ini banyak orangtua yang maunya anak anak di rumah saja.

“Namanya anak pasti ada yang menganggap ini adalah ancaman. ancaman tentu akan melekat pada pikirannya. Tentu saja tidak ke anak orang dewasa saja akan bermasalah,” sebutnya.

Meskipun demikian Wahyu berharap, pihak berwajib justru jangan melemparkan permasalahan ini kepada masyarakat semata. Lantaran, rasa aman, rasa nyaman, membuat anak bergembira di sekolah dan di tempat tinggalnya adalah suatu keharusan. Sudah sewajarnya pihak berwajib membuat langkah-langkah nyata agar anak-anak bisa lebih aman.

Pemerintah bertanggung jawab atas informasi ini dan mengembalikan kepercayaan diri masyarakat. Agar sekolah ini aman dan lingkungan tempat tinggal aman untuk anak-anak.

“Juga mengaktifkan setiap perangkat desa dan lainnya untuk sadar, bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Maka diperlukan pengawasan secara masif,” kata Wahyu. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved