Berita Pangkalpinang
Minat Cari Jodoh Lewat Aplikasi Online? Perhatikan Saran dari Psikolog Berikut Ini
Dia menyarankan agar mempersiapkan sejumlah hal sebelum memanfaatkan aplikasi kencan daring untuk menemukan pasangan hidup, terutama bagi para pemula
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mendapatkan kekasih hidup di situasi serba modern ini bisa lewat mana saja, apalagi kini aplikasi online pencari teman kencan, bahkan pasangan hidup dapat ditemukan hanya melalui genggaman saja melalui aplikasi Tinder, Tantan, dan MiChat.
Dosen Psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu Kurniawan menilai maraknya pencarian jodoh melalui platform dilandasi berbagai faktor seperti mencari perhatian, ingin mengenal banyak orang, tempat mencurahkan ekpsresi diri dan alasan-alasan lainnya.
"Biasanya pula rata-rata orang orang yang semacam ini rentan pula memiliki pribadi yang introvert, tidak terlalu terbuka. Namun tentu tidak dari hal ini saja, bisa jadi karena rasa ingin tahu berlebih bagi pribadi ekstrovert maka mencoba cara lain untuk mengenal orang banyak," sebut Wahyu kepada Bangkapos.com, Kamis (23/2/2023).
Diakuinya, banyak kerugian jika pengguna selalu aktif menggunakan aplikasi cari jodoh ini, antara lain paket data, durasi waktu penggunaan, terganggu waktu istirahat serta melupakan realitas sosial yang nyata.
"Berbagai hal yang perlu diperhatikan mengingat pula media sosial adalah sebagai salah satu sarana munculnya masalah sosial seperti prostitusi online, pembunuhan dan bernasib baik dengan mendapatkan pendamping hidup, tapi tentu kita perlu waspada," jelasnya.
Dia menyarankan agar mempersiapkan sejumlah hal sebelum memanfaatkan aplikasi kencan daring untuk menemukan pasangan hidup, terutama bagi para pemula.
"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dulu sebelum mencoba aplikasi kencan. Pertama, tahu tujuan kita apakah mencari teman baru? Hubungan enggak long lasting atau mau mencari yang untuk long term bisa lanjut ke pernikahan?," jelasnya.
Saat ini ada beragam aplikasi kencan yang tersedia dengan fitur berbeda-beda. Dia menegaskan carilah aplikasi yang bisa mendukung tujuan Anda, misalnya memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang penting untuk Anda.
"Apabila Anda berencana mencari pasangan yang bisa berlanjut ke pernikahan, sebaiknya tentukan kriteria yang spesifik. Misalnya, sosok yang baik, tentukan indikator sifat-sifat yang menurut Anda sesuai dengan baik. Anda bisa saja memaknai baik itu dengan suka mendengarkan dan sebagainya," ungkapnya.
Dia menegaskan, perkenalan bisa dimulai dengan membangun pertemanan, menyortir sosok-sosok yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang diinginkan.
"Tidak ada salahnya Anda memprioritaskan orang-orang yang menunjukkan minat dan usaha lebih ketimbang yang sebatas menyapa dengan kata Hai," bebernya.
Adapun saran untuk pengguna aplikasi kencan atau cari jodoh menurut psikologi IAIN SAS:
1. Memastikan bahwa lawan atau teman kenalan di media sosial bisa diverifikasi dengan baik, baik KTP, nama asli dan data pribadi yang bisa dipertangungjawabkan
2. Perlu mengenal secara lebih dalam tentang asal usul orang tersebut baik tingkat Pendidikan, pekerjaan, relasi sosial
3. Mencoba membalikkan diri, yang semula aktif mencari melalui media sosial kini mencoba pindah ke hal yang lebih nyata
4. Tidak membuka data penting
5. Menyampaikan kepada orang tertentu jika dianggap ingin mengenal orang yang dianggap kenal melalui media sosial
6. Menggunakan platform sewajarnya (sesuai norma)
7. Meminta platform memastikan pengguna terdata dengan benar dan bisa membaned jika dianggap diluar batas kewajaran
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dosen-prodi-psikologi-iain-sas-babel-wahyu-kurniawan.jpg)