Berita Pangkalpinang
Lapas Sustik Pangkalpinang Tegaskan Tak Ada Warga Binaan Kendalikan Pengedar Narkoba dari Tahanan
Kami pastikan tidak ada dan akan menindak tegas kalau ada warga binaan yang masih melakukan penyalahgunaan maupun pengendalian
Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Lembaga Permasyarakatan khusus Narkotika (Lapas Sustik) Kota Pangkalpinang, Nur Bambang secara tegas memastikan tidak ada warga binaannya yang masih melakukan penyalahgunaan dan pengendalian peredaran narkoba dari dalam selama menjalani masa hukuman.
"Kami pastikan tidak ada dan akan menindak tegas kalau ada warga binaan yang masih melakukan penyalahgunaan maupun pengendalian (peredaran narkoba,-red)," kata Nur Bambang usai menghadirkan acara HUT BNN RI ke-21 di Gedung Tribrata Polda Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (7/3/2023).
Guna meminimalisir atau mencegah terjadinya penyalahgunaan atau pengendalian pengedar narkoba dari dalam lapas sustik, Nur Bambang menyampaikan pihaknya telah bekerjasama dengan BNNK dan BNNP melalui program lapas bersinar (bersih dari narkotika).
Program lapas bersinar, dilakukan dalam rangka menguatkan pencegahan dalam bentuk kegiatan sosialisasi dan rehabilitasi terhadap warga binaan yang ada di dalam lapas sustik.
"Selain sosialisasi saat ini kita sedang melaksanakan rehabilitasi bekerjasama dengan BNNK dan BNNP, jumlah yang direhabilitasi sebanyak 180 orang, kemudian konselor melibatkan dari BNNK atau BNNP," katanya.
Penguatan-penguatan tersebut dilakukan guna memastikan bahwa para pengguna yang saat ini sedang melaksanakan terbitan putusan pidana penjara dapat menyadari kesalahannya lalu pada saat keluar dari lapas sustik nanti mampu aktif dalam pembangunan dan bisa kembali bersama keluarga dan lingkungan masyarakatnya.
Sekali lagi Nur Bambang menyampaikan, sosialisasi, penguatan, dan sinergitas yang dilakukan bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir agar warga binaan lapas sustik sungguh-sungguh menjauhi dan menyadari bahwa narkotika jahat, merusak hidup dan memisahkan jaringan keluarga.
"Kemudian, (agar) mereka menyadari kesalahannya itu, menyesali, dan kembali menjadi orang yang lebih baik," kata Nur Bambang. (Bangkapos.com/Sepri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/07032023kalapas.jpg)