Senin, 27 April 2026

Bocah Hilang di Desa Terentang

Kasus Bocah Perempuan Hilang Menjadi Perhatian, Anggota DPRD Babel Ini Minta Kasus Cepat Terungkap

Kejadian seperti ini baru satu kali ini terjadi, sehingga pemerintah dan aparat hukum harus cepat tanggap jangan anggap sepele

Penulis: Riki Pratama | Editor: Iwan Satriawan
bangkapos.com/Riki Pratama
Wakil Ketua Komisi III DPRD Babel, Azwari Helmi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Penemuan jenazah bocah perempuan di hutan perkebunan kelapa sawit, Desa Terentang, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (9/3/2023) lalu menjadi perhatian banyak kalangan.

Diketahui, saat ini tim gabungan dari Inafis Polda Bangka Belitung, Polres Bangka Barat, bersama dokter RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, telah melakukan autopsi jenazah perempuan di kamar mayat RSUD Depati Hamzah, Jumat (10/3/2023).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Azwari Helmi, mengatakan, dengan adanya peristiwa ini memilukan banyak kalangan.

Ia mengharapkan, kasus bocah perempuan hilang ini dapat cepat terungkap dan ditangkap siapa pelakunya.

"Kejadian seperti ini baru satu kali ini terjadi, sehingga pemerintah dan aparat hukum harus cepat tanggap jangan anggap sepele,"kata Helmi kepada Bangkapos.com, Jumat (10/3/2023). 

Ia meminta adanya kewaspadaan yang dilakukan oleh aparat desa hingga aparat hukum untuk mengantisipasi persoalan ini.

"Aparat terkait baik dari kepolisian termasuk juga aparat desa harus segera waspada. Jadi di tempat-tempat penambangan, perkebunan sawit. Atau areal terpencil itu, dari aparat desa, aparat hukum ini harus mendatanya. Jadi ada antisipasinya," terangnya.

Dia menjelaskan, pendataan dilakukan dalam upaya untuk melihat identitas warga yang tinggal di daerah-daerah terpencil, seperti lokasi pertambangan timah dan perkebunan sawit.

"Lokasi itu perlu dilakukan pendataan, lokasi persawitan untuk di data apa masyarakat yang berada di lokasi itu. Apakah menetap atau bekerja walau orang luar tolong di data. Ini sebagai upaya antisipasi," lanjutnya.

Lebih jauh ia mengharapkan kejadian kriminal ini dituntaskan segera, sehingga tidak berkembang liar, dan membuat orang tua khawatir terkait berita yang banyak beredar.

"Jangan sampai isu ini berkembang terus, membuat kehawatiran orang tua. Sehingga perlu partisipasi masyarakat, bersama-sama, apabila mereka mendapat informasi dapat dilakukan antisipasi," pesnanya.

Diberitakan sebelumnya, Jenazah perempuan berusia sekitar 8 sampai 10 tahun ditemukan di hutan perkebunan kelapa sawit, Desa Terentang, Bangka Barat, Kamis (9/3/2023) siang. 

Tm gabungan dari Inafis Polda Bangka Belitung, Polres Bangka Barat, bersama dokter RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, melakukan autopsi jenazah perempuan tersebut di kamar mayat rumah sakit pemerintah tersebut, Jumat (10/3/2023) pukul 10.25 WIB.

Setelah melakukan otopsi selama kurang lebih dua jam, ditemukan ada puluhan luka akibat senjata tajam (sajam) pada jenazah Hafiza di bagian kepala, punggung dan tangan.

Dokter Forensik Polda Kepulauan Bangka Belitung, Suroto mengatakan jenazah Hafiza sudah mulai membusuk dan tim autopsi cukup kesulitan menanganinya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved