Advertorial
Menteri Agama Sebut Bangka Belitung Miniatur Indonesia
KANTOR Wilayah Kementerian Agama Bangka Belitung (Kanwil Kemenag Babel) menyelenggarakan tiga agenda
Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
bangkapos.com/Rifki Nugroho
Kantor Wilayah Kementerian Agama Bangka Belitung saat menyelenggarakan tiga agenda sekaligus yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas di Wihara Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Rabu (15/3/2023).
Hadiri Tiga Agenda Rangkaian Acara Kanwil Kemenag Babel
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Bangka Belitung (Kanwil Kemenag Babel) menyelenggarakan tiga agenda sekaligus di Wihara Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, pada Rabu (15/3).
Tiga agenda yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas tersebut yaitu, Pencanangan Kelurahan Sadar Kerukunan, Peresmian Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) se-Babel meliputi Gedung Asrama haji, Madrasah, Balai Nikah KUA, dan Gedung IAIN.
Lalu, Launching Siskohat Mobile dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Wihara Bacang.
Kepala Kanwil Kemenag Bangka Belitung, Tumiran Ganefo mengungkapkan kebahagiaannya karena rangkaian acara yang diselenggarakan ini bisa dihadiri langsung oleh Yaqut Cholil Qoumas.
"Kami mengucapkan bahagia, utamanya pada Lurah Bacang, karena launching Kelurahan Sadar Kerukunan di sini dihadiri langsung oleh Menteri Agama. Sebagai tempat ke-9 yang dilaunching, delapan tempat sebelumnya, hanya Pak Direktur yang hadir," kata Tumiran.
Menurutnya, Bangka Belitung yang berpenduduk kurang lebih 1,9 juta, memiliki simbol "Serumpun Sebalai" yang bisa diartikan, satu atap apapun isinya. Untuk itu, salah satu tugas dari Kanwil Kemenag Babel terus menggemakan moderasi beragama di segala lini, salah satunya dengan meminta seluruh tempat ibadah mengembangkan nilai-nilai moderasi beragama.
"Selanjutnya kami juga melakukan road show, bersama Kajati Babel untuk menguatkan NKRI harga mati. Kami ke lembaga-lembaga keagamaan untuk menerangkan dan menguatkan pada pihak yang belum NKRI sesungguhnya," tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan kegiatan rintisan desa sadar zakat yang sampai saat ini sudah ada di enam tempat, sehingga memperoleh penghargaan.
"Kami berharap misal Pak Menteri, masih banyak waktu kita ajak ke desa sadar zakat. Seperti di Bangka Selatan, ada penghasilan sawit 60 kilogram diambil 20 persen untuk umat," tuturnya.
Ia juga menyampaikan jika Kakanwil Kemenag Bangka Belitung terus mempercepat sertifikasi halal pada UMKM ataupun kantin-kantin bekerja sama dengan Bank Indonesia.
"Kita juga coba mengatasi banyaknya pernikahan dini dan tingginya angka perceraian.
Konon katanya di Babel masuk 10 besar tertinggi, oleh karena itu Pj gubernur melanjutkan program dari Gubernur yaitu program Da'i masuk Desa, setiap Desa satu Da'i, sehingga pasangan sebelum mendapatkan advokasi dari program ini, mereka belum bisa mendaftarkan dirinya ke KUA, Insya Allah dan Alhamdulillah sekarang kami mendapatkan data itu sudah mengalami penekanan yang semakin mengecil," jelasnya.
Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan jika Provinsi Bangka Belitung merupakan miniatur Indonesia. Dirinya setidaknya sudah enam kali berkunjung ke Negeri Serumpun Sebalai ini.
"Saya sudah enam kali ke sini, karena saya merasa kalau ke Bangka Belitung tidak kemana-mana, ya ke Indonesia. Foto yang ditunjukkan Pak Pj Gubernur, bagaimana klenteng bisa berdampingan dengan Masjid, Gereja dan Wihara, saya kira sukar ditemui selain di Babel," ujar Yaqut Cholil.
Sebagai Menteri Agama, ia juga mengapresiasi Lurah Bacang yang bisa merangkum keragaman di wilayah tersebut, karena itu merupakan salah satu tugas dari jajaran kementeriannya.
"Saya harus berterima kasih, karena menjaga perdamaian, harmoni, keragaman umat beragama merupakan penugasan di Kementerian Agama. Kalau melihat di Bacang seperti ini, sebagian tugas kami sudah dilaksanakan oleh Pak Lurah," tambahnya.
Selanjutnya, ia berharap agar semakin bersungguh-sungguh dalam bernegara, salah satunya dengan terus merawat keberagaman yang dimiliki dan menjadikannya sebagai sebuah kekuatan.
"Kelebihan yang kita miliki dari berbagai keragaman baik itu suku, ras, dan agama seharusnya menjadi kekuatan. Jika ada perbedaan itu sah-sah saja, hanya bagaimana kita menyikapi dengan lebih dewasa," katanya.
Oleh karena itu bersamaan dengan adanya pencanangan Kelurahan Sadar Kerukunan ini, bisa menjadikan Pancasila sebagai alat pemersatu dalam perbedaan.
"Apalagi memasuki tahun politik, yang bisa jadi tidak mudah. Di mana semua kepentingan diaduk-aduk menjadi satu, jadi kita harus berhati-hati," jelas Yaqut Cholil.
Terakhir ia juga mengajak untuk tetap menghargai keragaman dan perbedaan yang dimiliki dengan menikmati bersama-sama. "Perbedaan yang kita miliki adalah takdir yang tidak bisa kita tolak. Padahal jika Tuhan menginginkan kita sama itu mudah," ujarnya. (adv/w4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230316-Kemenag-Babel.jpg)