Tribunners

Terima Kasih RD

Tak terlihat sama sekali upaya untuk menjadikan jabatan penjabat gubernur sebagai media pencitraan diri sehingga membumi

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali 

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali

NARASI istimewa ini penulis tuliskan untuk mantan Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin yang secara resmi tanggal 31 Maret kemarin telah mengakhiri masa jabatannya di Negeri Serumpun Sebalai. Secara personal, penulis yang tinggal di Selatan Pulau Bangka ini tidak kenal dengan Ridwan Djamaluddin, dan bertemu pun tidak pernah.

Sebagai warga yang berdiam dan berkehidupan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tentu penulis tahu siapa Ridwan Djamaluddin. Masyarakat Kepulauan Bangka Belitung pun pasti tahu siapa Ridwan Djamaluddin (RD). Pada sisi demografi, mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM ini satu kota dengan tanah kelahiran istri dan dua anak penulis yang lahir di Kota Mentok.

Memimpin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 10 bulan, sejak Mei 2022, RD menjalankan tupoksinya sebagai penjabat gubernur. Tak terlihat sama sekali upaya untuk menjadikan jabatan penjabat gubernur sebagai media pencitraan diri sehingga membumi, apalagi membumi menuju kontestasi demokrasi tahun 2024, walaupun penulis meyakini godaan itu ada dan datang, suara bisikan itu datang.

Padahal, ruang untuk mencitrakan diri itu sangat terbuka lebar. Pintu media luar terbentang untuk dirinya mencitrakan diri dari Pulau Bangka hingga Pulau Belitung. Terbentang dalam tujuh kabupaten dan kota. Terbentang dalam puluhan kecamatan dan ratusan desa.

Berkarakter sebagai birokrat dengan latar belakang pendidikan teknokrat membuat lulusan ITB ini lebih mementingkan produk dan hasil daripada pencitraan lewat media luar. Putra Mentok ini lebih mengutamakan output daripada output pencitraan yang terpasang di jalanan dan ruang-ruang publik lewat baliho yang terkadang tidak terbaca oleh mata warga. Bahkan terkadang hanya jadi bahan olok-olok para warga semata dan makian publik.

RD memang cuma sekitar 300 hari memimpin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Usahanya untuk memberikan nilai kemanfaatan bagi warga baru dalam hitungan hari.

Terlepas apa pun yang telah RD berikan selama kurun waktu 300 hari ini kepada tanah kelahirannya sebagai penjabat gubernur, tentunya penulis sebagai warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung patutlah berterima kasih. Bahwasanya produk kerja lebih penting dari sekedar mencitrakan diri lewat media luar. Bahwasanya pemimpin perlu meninggalkan sesuatu untuk dicatat sejarah dan dikenang warga.

Terima kasih Pak RD. Apakah kita bisa bertemu dalam rentang durasi waktu yang cukup lama? Apakah kita bisa bertemu tahun 2024-2029? (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved