Tribunners

Momen Bersyukur Umat Kristiani di Hari Paskah

Hari Paskah merupakan sejarah penting bagi umat kristiani dan Katolik yang sering disebut Minggu Paskah

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Tulus Parulian Hutabarat, S.Pd. - Guru Produktif Manajemen Perkantoran di SMKN 1 Pangkalanbaru 

Oleh: Tulus Parulian Hutabarat, S.Pd. - Guru Produktif Manajemen Perkantoran di SMKN 1 Pangkalanbaru

PADA hari Minggu, 9 April 2023, umat Kristen akan merayakan hari Paskah. Umat kristiani tengah bersiap menyambut Paskah, hari suci kristiani ini memperingati kebangkitan Tuhan Yesus Sang Juru Selamat ke surga. Hari Paskah menjadi hari kemenangan Yesus Kristus dari kematian setelah disalibkan. Dia mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa dan kesalahan umat manusia

Dilansir dari gramedia.com, Paskah merupakan hari peringatan kematian Yesus Kristus sang Juru Selamat ke surga. Paskah menjadi hari kemenangan Yesus Kristus dari kematian. Dia mengorbankan dirinya untuk menebus kesalahan dan dosa umat manusia. Kebangkitan Yesus memberikan pengharapan bagi umat-Nya yang telah ditebus dengan darah milik Tuhan Yesus.

Paskah merupakan tiga hari setelah Yesus Kristus meninggal di kayu salib. Artinya, hari kebangkitan Yesus adalah kehidupan yang kekal. Kehidupan abadi tersebut diberikan kepada umat manusia. Perayaan Paskah digelar setiap bulan April. Perayaan Paskah dilakukan sejak hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama atau sesudah titik bulan semi. Penebusan dan pembayaran dosa yang dilakukan Tuhan Yesus tidak bisa dinilai dan digantikan dengan hal apa pun. Adapun kebangkitan Yesus memberikan pengharapan bagi kehidupan umat kristiani sebagai berikut:

Hari Paskah merupakan sejarah penting bagi umat kristiani dan Katolik yang sering disebut Minggu Paskah. Hal ini menandai Yesus Kristus naik ke langit pada hari ketiga setelah hari kematian. Sebelum memasuki perayaan ini ada hari-hari perenungan gereja sejak berabad-abad.

Hari-hari persiapan yang disebut dengan minggu-minggu passion, ada juga menyebutnya minggu-minggu sengsara. Masa ini berlangsung 40 hari sebelum kebangkitan. Empat puluh hari masa passion pada intinya adalah perenungan yang lebih intensif akan penderitaan Tuhan Yesus, untuk membawa umat Kristen untuk bersukacita dalam perayaan kebangkitan.

Dalam Kristen ketika pada minggu-minggu passion dianjurkan berpuasa walau tidak diperintahkan, tetapi bisa dilakukan asal tidak terlihat, cara menjalankan puasa pun bebas. Puasa merupakan kegiatan rohani yang penting bagi pertumbuhan spiritual setiap umat kristiani. Puasa dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas dosa-dosa yang dilakukan.

Berpuasa menandakan adanya kesungguhan pada orang-orang yang menaikkan permohonan doanya, dan memperkuat seruannya di hadapan tahta Allah. Orang berdoa sambil berpuasa menyatakan dirinya sunguh-sungguh memohon. Ditulis dalam alkitab pada Lukas 2:37 "dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa".

Momentum Paskah bukan berarti hanya berupa bangkit dari kubur, tetapi merupakan kasih Allah kepada umat manusia yang sudah merelakan anak-Nya yang tunggal menebus dosa manusia dari belenggu dosa. Tersirat suatu kebebasan umat manusia dari perbuatan-perbuatan manusia di dunia. Paskah bermakna Tuhan berjalan bersama kita, ada di hati dan pikiran kita untuk membawa manusia dalam perjalanan hidupnya menuju kemenangan dari dosa. Maut sudah dikalahkan Tuhan Yesus telah bangkit bagi umat manusia. Banyak hal identik yang dilakukan oleh umat kristiani dalam peringatan Paskah, seperti telur hias, cokelat, mendekorasi dan berburu telur paskah, menghias rumah dengan dekorasi paskah serta berdoa dan beribadah di gereja.

Kebangkitan Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita beroleh hidup yang kekal melampaui dosa dan maut, barang siapa yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal ini. Dari peristiwa Paskah ini , Ia membuktikan bahwa anak Allah yang tunggal datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Hari Paskah selalu dikenang pada hari Minggu setiap tahunnya walaupun tanggal selalu berubah berbeda dengan hari Natal atau hari kelahiran Tuhan Yesus.

Paskah tidak memiliki tanggal yang tetap. Pada abad ke -2 gereja baru mengkhususkan hari Minggu, Paskah ditetapkan pada hari ke-14 bulan nissan atau bulan pertama. Paskah mempunyai peran penting bahwa Allah menunjukkan cinta, kasih, anugerah dan kuasa yang diberikan Allah kepada kita. Menyingkirkan umat manusia dari perbudakan dosa dan juga memberikan kepastian yang jelas tentang kebangkitan kekal pada akhir zaman. Mengapa umat kristiani harus bersyukur pada saat Paskah?

* Terbebas dari belenggu dosa bagi orang percaya kepada-Nya
Bahkan kita tahu apa yang baik, tetapi kita tidak melakukannya, kita telah berdosa (Yakobus 4 : 17), segala sesuatu yang tidak baik menurut Tuhan adalah perbuatan dosa, kita menjauhi perintahnya dan tidak melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Sebenarnya sebagai umat Kristen kita selalu bersyukur setiap waktu atas apa yang telah dilimpahkan kepada kita baik napas kehidupan, kesehatan, umur, dan makanan atau minuman. Tetapi Allah sangat sayang dan cinta kepada manusia.

Dengan perayaan Paskah sudah sepatutnya umat Kristen bersyukur karena Yesus telah rela disiksa, disalibkan, mati dan dikuburkan agar manusia yang berdosa terbebas dari maut dan murka Allah. Manusia yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Sebagai umat kristiani mengalami penggenapan janji Allah dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal.

* Yesus telah bangkit dari maut
Sebagai umat Kristen kita percaya Yesus adalah Juru Selamat yang telah menebus dosa manusia, pada hari yang ketiga Dia telah bangkit mengalahkan maut. Dia merasakan penyiksaan dan kesakitan yang luar biasa sebelum kematian, untuk itu kita sebagai umat Kristen sudah selayaknya bersukacita Tuhan Yesus telah bangkit, Dia mati dan telah bangkit sehingga kita memperoleh hidup. "Ia tidak di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang berdosa dan disalibkan dan bangkit pada hari yang ketiga".(Lukas 24 : 6-7).

* Kita memperoleh hidup yang kekal
Jika seorang memperoleh kehidupan yang kekal, dia tidak akan pernah mati dan mewarisi janji dan berkat Tuhan untuk masuk dalam kerajaan Tuhan (Wahyu 22 : 14). Kehidupan kekal berarti hidup selamanya, kita memperoleh kebenaran sebagai hidup, bertindak sesuai Firman Tuhan dalam segala hal, benar-benar lepas dari belenggu dosa dan pengaruh iblis, tidak berbuat dosa melawan dan memberontak Tuhan, menyembah dan mencintai Tuhan bersedia dan sejalan mengikuti Tuhan. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved