Kamis, 9 April 2026

Berita Pangkalpinang

SDM Jadi Permasalahan Pembangunan di Babel, Pemprov Bakal Tingkatkan Lewat Berbagai Program

Permasalahan SDM ini menyangkut rata-rata lama sekolah di Babel yang masih 8,06 tahun dan Angka Partisipasi Kasar (APK)

|
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Babel, Fery Insani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Peningkatan sumberdaya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah provinsi Bangka Belitung, guna mendukung pembangunan daerah.

Pasalnya sumberdaya manusia (SDM) menjadi satu di antara permasalahan yang ada di Bangka Belitung.

"Bangka Belitung itu dalam kacamata secara nasional, ada dua persoalan. Pertama infrastruktur dan kedua tentang sumberdaya manusia (SDM)," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangka Belitung, Fery Insani, Jumat (14/4/2023).

Dia mengungkapkan permasalahan SDM ini menyangkut rata-rata lama sekolah di Babel yang masih 8,06 tahun dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang rendah.

"Indikasi SDM perlu menjadi perhatian, dari rata-rata lama sekolah RPJMN sampai 2024, lama sekolah harus selama 12 tahun, kita masih 8,06 tahun, artinya kalau semua penduduk yang sekolah itu dibandingkan jenjang pendidikan, kita tamat SMP cuma, kira-kira begitu," katanya.

Tak hanya itu stunting juga menjadi hal yang harus ditangani dan mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia.

"APK PT kita juga rendah, jadi kalau menurut data Dindik, ada 17 ribu yang lulus, yang melanjutkan hanya 40 persen, dari itu 15 persen saja yang sekolah di daerah dan 25 persen ke luar daerah," katanya.

Menyikapi ini, pemerintah provinsi Babel akan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia secara kuantitas dan kualitas.

"SDM penting, maka tugas kita menaikan rating, mengejar angka sampai 12 tahun atau lulusannya ratat-rata sudah sampai SLTA, kita cuma 8,06 tahun baru SMP.

Program pertama, kita wajibkan belajar, sekolah paket A, B dan C, secara kualitas mereka lulus.

Baru kedua kita mengejar secara kualitas, dengan mereformasi kembali program advokasi, harus diseleraskan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini," katanya.

Tak hanya itu semua sektor akan dibenahi, pelatihan BLK dan program magang nanti akan digencarkan danselain itu program magang juga..

"Kita mengarahkan yang 60 persen tak kuliah, kita bekali mereka dengan dunia usaha, UMKM didorong agar berkualitas," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved