Tribunners
Tradisi Menyambut Lebaran
Lebaran di Indonesia memang berbeda dengan negara-negara lainnya. Ada beberapa tradisi di tanah air yang tidak bisa kita temukan di negara lain
Oleh: Berlian Saputra - Perangkat Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah
TINGGAL menghitung hari, umat Islam dunia akan merayakan dan menyambut hari kemenangan yaitu hari raya Idulfitri. Idulfitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam pascaberpuasa di bulan Ramadan selama sebulan penuh. Apalagi mendengar lantunan takbir yang berkumandang dan bunyi beduk membuat hati dan perasaan menjadi sedih tak terbendung atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat kepada orang lain, terutama kepada sanak saudara dan keluarga tercinta, terlebih kepada orang tua.
Memang, tak terasa makin mendekati Lebaran (Idulfitri), tentunya tak terlepas dari tradisi yang sudah menjadi turun-temurun di kalangan masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Berbagai persiapan menyambut Lebaran sudah direncanakan beberapa hari sebelum hari raya tiba. Belum lagi merencanakan dan mengatur strategi kemampuan finansial untuk membeli kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Ada beberapa tradisi dalam menyambut Lebaran yang tak terlepas dari kehidupan masyarakat muslim di Indonesia, antara lain, pertama, kue nastar, salah satu kuliner yang sering dijumpai saat Lebaran. Nastar merupakan jenis kue kering yang berisikan selai nanas yang disajikan di dalam toples. Ternyata, menelisik dari sejarahnya, nastar bukanlah berasal dari Indonesia, melainkan dari Belanda yang berasal dari Bahasa Belanda, ananas yang berarti nanas dan tart yang berarti kue.
Kedua, baju baru. Masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke pasar untuk membeli baju baru sebelum Idulfitri tiba. Baju baru memiliki makna simbolik yaitu identik dengan warna putih, simbol kesucian dan awal yang baru sehingga tak heran jika outfit Lebaran ini hampir sama semua, yang membedakan hanyalah model. Sesungguhnya membeli baju baru di Indonesia sudah menjadi tradisi wajib tiap tahun.
Ketiga, ketupat. Kurang lengkap rasanya Lebaran tanpa ketupat. Apa pun hidangan makanannya, tentunya sajian ketupat menjadi pendamping. Biasanya, ketupat disajikan dengan menu lauk- pauk khas Lebaran yaitu opor ayam, rendang, sambal goreng, gulai, dan lain-lainnya. Di samping itu, ketupat memiliki makna simbolis, yaitu warna putih melambangkan hati kembali ke yang suci, sisi empat pada ketupat melambangkan keseimbangan dan 4 arah mata angin yaitu utara, Selatan, barat, dan timur.
Keempat, mudik. Mudik menjadi tradisi tahunan yang terjadi menjelang Idulfitri. Mudik merupakan kegiatan para perantau untuk pulang ke kampung halaman, baik melalui jalur darat, udara, maupun laut. Mudik menjadi fenomena sosial. Orang yang melakukan mudik disebut sebagai pemudik. Biasanya pemudik merencanakan lebih awal untuk mudik ke kampung halamannya untuk mengantisipasi kemacetan serta lonjakan volume kendaraan dan kepadatan pemudik, terlebih kepadatan di Pulau Jawa.
Kelima, tunjangan hari raya. Tunjangan hari raya atau THR merupakan hak karyawan yang sudah diatur pada peraturan perusahaan di Indonesia. THR biasanya diberikan tiap menjelang Idulfitri. Tujuan diberikannya THR ialah untuk memberi motivasi dan penghargaan kepada karyawan yang selama bekerja dengan baik selama setahun.
THR bersifat wajib untuk dibayarkan dan tidak boleh ditunda-tunda. Biasanya THR diberikan berupa uang ataupun barang. Selain THR yang diberikan kepada karyawan, THR juga diberikan kepada anak-anak saat menjelang Lebaran tiba oleh orang dewasa yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Biasanya, berupa uang yang ditaruh di dalam amplop THR.
Keenam, halalbihalal. Istilah halalbihalal merujuk pada silaturahmi dan mengunjungi rumah sanak saudara, keluarga, rekan, tetangga, bahkan teman. Biasanya, halalbihalal identik dengan budaya sungkeman pada orangtua dan silaturahmi dari satu rumah ke rumah yang dilakukan pada hari pertama Idulfitri. Ini merupakan momentum untuk saling memaafkan dan introspeksi diri atas kesalahan yang telah diperbuat pada masa lalu.
Ketujuh, ziarah ke makam. Tradisi ziarah ke makam dilakukan pada saat hari pertama hari raya, tepatnya usai salat Id. Tujuan ziarah ke makam keluarga ialah untuk mengenang anggota keluarga yang telah meninggal dan sekaligus mendoakan.
Kedelapan, malam takbiran. Malam takbiran identik dilakukan pada saat H-1 Idulfitri dengan cara mengelilingi jalan untuk mengumandangkan takbir sambil membawa alat musik dan menabuh beduk secara meriah.
Lebaran di Indonesia memang berbeda dengan negara-negara lainnya. Ada beberapa tradisi di tanah air yang tidak bisa kita temukan di negara lain. Karena itu, sudah sepantasnya kita menjaga kelestarian tradisi-tradisi menyambut Lebaran dari zaman ke zaman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230417_Berlian-Saputra-Perangkat-Desa-Jelutung.jpg)