Jumat, 24 April 2026

Tribunners

Mengenal Batu Empedu, Penyakit yang Tampak Gejala Setelah Makan Berlemak

Batu empedu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan menghindari makanan bersantan atau berminyak

Editor: suhendri
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Dialog host Pos Belitung Lisa Lestari (kanan) bersama dr Galuh Ajeng Firsty, dalam program Konsultasi Dokter (Konter), Kamis (3/2/2022). 

Oleh: dr. Galuh Ajeng Firsty - Dokter Umum UPT Puskesmas Tanjung Binga

SAAT momen Lebaran, salah satu hal spesial adalah tersedianya kudapan khas Lebaran. Namun, sering kali di momen ini banyak orang mengonsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan, yang mengakibatkan beberapa pasien datang dengan keluhan nyeri perut bagian atas setelah mengonsumsi makanan tersebut. Salah satu keluhan ini bisa diindikasikan sebagai salah satu gejala dari batu empedu.

Batu empedu adalah kondisi yang disebabkan oleh adanya endapan keras di kantung empedu. Kantung empedu sendiri merupakan organ bagian dalam yang terletak di perut bagian kanan, tepat berada di bawah hati. Fungsi utama kantung ini yaitu untuk menyimpan cairan empedu yang akan dilepas ke usus sehingga dapat membantu proses pencernaan. Namun jika sering memakan makanan tinggi lemak dan berlebihan, proses pelarutan lemak akan terganggu, sehingga dapat membuat endapan.

Sebagian besar batu empedu berasal dari endapan kolesterol yang mengeras menjadi bentukan batu. Gejala batu empedu mungkin tidak langsung dirasakan. Delapan puluh persen pasien bisa tidak menunjukkan gejala sama sekali "silent stone". Seseorang bahkan tidak menyadari kalau mereka memiliki penyakit batu empedu.

Ketika batu berukuran besar, seringkali muncul gejala tidak nyaman di perut saat kantung empedu yang berkontraksi menekan batu tersebut, namun jika batu berukuran lebih kecil, batu dapat berpindah dan menyumbat di leher kantung empedu, dan pasien akan mengeluh nyeri kolik yaitu nyeri sangat hebat bersifat hilang timbul di perut kanan atas tepat di bawah tulang rusuk dan cenderung meluas ke pinggul kanan lalu ke belakang menuju bahu. Dapat berlangsung beberapa jam, dan berkurang perlahan.

Kondisi ini dapat terjadi kapan saja, namun seringkali timbul beberapa jam setelah makan berlemak dan akan bertambah nyeri seiring berjalannya waktu. Sakit perut kadang dapat disertai dengan gejala lainnya, seperti mual, muntah, hilang nafsu makan, air kencing berwarna gelap, sakit mag, dan diare.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut, terutama bila disertai demam, menggigil, penyakit kuning, atau sakit perut yang berlangsung lama. Dan juga jangan pernah mengabaikan, karena batu empedu yang tidak segera mendapatkan penanganan justru berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi. Jadi, kenali dengan baik gejalanya dan lakukan penanganan sesegera mungkin untuk mengurangi risiko komplikasinya.

Lalu bagaimana pencegahan terbentuknya batu empedu? Batu empedu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan menghindari makanan bersantan atau berminyak. Upaya pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah membatasi konsumsi minuman beralkohol, berolahraga teratur, memperbanyak konsumsi cairan, dan menghindari diet terlalu ketat yaitu lakukan dengan menurunkan berat badan secara perlahan, 0,5 sampai 1 kilogram seminggu. Bukan dengan diet ekstrem atau diet ketat yang justru memicu kemunculan batu empedu.

Informasi Kesehatan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih mengenali penyakit yang dapat muncul karena pola hidup yang keliru. Oleh karena itu mari terapkan perilaku Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Salam Sehat! (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved