Minggu, 19 April 2026

Berita Pangkalpinang

Kemenag Optimis Kota Pangkalpinang Jadi Barometer Moderasi dan Kerukunan Umat Beragama

Kota Pangkalpinang sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Apel Kebangsaan Pemuda Konghucu

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Firmantasi saat menyampaikan sambutan Apel Kebangsaan Pemuda Konghucu di Halaman Kelenteng Dewi Laut, Kelurahan Tanjung Bunga, Rabu (10/5/2023) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung optimis Kota Pangkalpinang bisa menjadi barometer praktik modernisasi agama.

Hal ini tak lepas dari Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan yang telah dicanangkan sebagai Kelurahan Sadar Kerukunan pada 15 Maret 2023 lalu. Sekaligus dipilihnya Kota Pangkalpinang sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Apel Kebangsaan Pemuda Konghucu.

Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Firmantasi menyebut, pihaknya optimis dengan diselenggarakannya apel kebangsaan dan dicanangkannya kelurahan sadar kerukunan mampu menjadikan Kota Pangkalpinang sebagai barometer. Terutama atas moderasi dan kerukunan umat beragama khususnya di Bangka Belitung maupun Indonesia.

“Ini tentunya menjadi salah satu barometer bahwa praktik moderasi beragama dan kerukunan beragama di Kota Pangkalpinang ini telah berjalan dengan baik,” kata dia kepada Bangkapos.com usai mengikuti Apel Kebangsaan Pemuda Konghucu di Halaman Kelenteng Dewi Laut, Kelurahan Tanjung Bunga, Rabu (10/5/2023).

Firmantasi memaparkan, pelaksanaan kegiatan apel kebangsaan ini juga merupakan wujud pelaksanaan dari dasar-dasar dan falsafah negara. Di mana tertuang di dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Tentunya yang sudah menjadi konsensus bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tak hanya itu, ada empat komitmen yang harus dipegang teguh dan dilaksanakan guna menjaga kerukunan di masyarakat. Antara lain memiliki komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta menghargai tradisi dan budaya lokal. Asalkan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip ajaran agama yang dianut masing-masing warga.

“Dengan menjaga empat hal tersebut para pemuda dapat menjadi aktor-aktor kerukunan yang berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI, serta memperkuat implementasi moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat,” papar Firmantasi.

Lebih jauh ungkapnya, Kemenag saat ini juga terus berbenah agar menjadi instansi yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul. Ini untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong. Sebagaimana arahan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengejawantahkannya melalui pelaksanaan tujuh misi.

Tujuh program prioritas tersebut adalah Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, Kemandirian Pesantren, Religiosity index dan Tahun Toleransi. Moderasi beragama adalah konsep yang menekankan pada sikap saling menghormati dan toleransi di antara kelompok agama yang berbeda. Konsep ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memilih dan mengamalkan agamanya masing-masing, tanpa adanya tekanan atau intimidasi dari pihak lain.

“Yang diutamakan yakni moderasi beragama dan kerukunan umat beragama, khususnya di Kota Pangkalpinang,” sebutnya.

Meskipun demikian kata Firmantasi, pihaknya sendiri merasa bersyukur atas dipilihnya Kota Pangkalpinang sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan apel kebangsaan tersebut. Oleh karena itu dia berharap agar konsep berbangsa yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini dapat dijalankan dengan baik, toleransi harus dijaga bersama.

“Semoga para pemuda dapat menjadi generasi penerus yang mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia di masa depan,” tutup Firmantasi.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved