Kisah Harun Jemaah Haji Tertua, Tertipu Uang Palsu Saat Jual Ayam, Akhirnya ke Arab Saudi Tahun Ini
Inilah sosok jemaah haji tertua di Indonesia yang bernama Harun. Harun berasal dari Pamekasan, Madura. Usianya kini sudah mencapai 119 tahun.
Penulis: Tim Video | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM - Inilah sosok jemaah haji tertua di Indonesia yang bernama Harun. Niatnya pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji akan terwujud tahun ini.
Harun berasal dari Pamekasan, Madura. Usianya kini sudah mencapai 119 tahun.
Harun, warga Dusun Karang Duak, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura jadi jemaah haji lanjut usia (lansia) tertua se-Indonesia tahun 2023 ini.
Saat ditemui di kediamannya, Harun tampak masih sehat. Di rumah itu, kakek Harun tinggal dengan anak bungsunya. Ia dikaruniai 7 anak setelah lima kali menikah.
Saat ini, kakek Harun mempunyai 28 cucu yang tinggal kampung berbeda. Di kampungnya, kakek Harun berstatus kakek duda setelah istrinya yang kelima meninggal bulan Mei 2022 lalu.
TONTON VIDEO KISAH PILU KAKEK HARUN JEMAAH HAJI TERTUA SE-INDONESIA
Pendengaran kakek kelahiran 1904 ini sedikit terganggu. Namun penglihatannya masih jelas. Aktivitas keseharian yang dilakukan Kakek Harun layaknya orang biasa.
Makan sendiri, mandi sendiri, dan ganti pakaian sendiri.
Bahkan, pada bulan puasa kemarin, kakek Harun sempat berdagang ayam kampung ke sejumlah pasar di Pamekasan dan Sampang memakai sepeda onthel kesayangannya.
Saat melakukan aktivitas berdagang ayam kampung itu, Ia mengaku sering ditipu pembeli yang membayar dengan uang palsu.
Padahal, uang hasil menjual ayam tersebut ia niatkan ditabung untuk keperluan biaya berangkat haji.
Selain itu, keseharian Harun di rumahnya dikenal sebagai kakek yang taat ibadah.
Setiap malam, kakek Harun tak pernah absen mengaji di surau bambu yang berada di depan rumahnya.
Di surau berukuran 5 x 4 meter itu pula tempat kakek Harun tidur.
Urusan salat lima waktu, Kakek Harun masih kuat ibadah layaknya orang biasa.
Kakek 5 bersaudara ini menceritakan, tahun 2017 lalu, menjual tanahnya Rp 80 juta untuk mendaftar haji.
Di tahun itu, kakek Harun membayar uang muka Rp 29 juta melalui biro penyelenggara haji dan umroh Assyarifain yang tak jauh dari desanya.
Lalu tanggal 29 Januari 2018, berkat hasil menabung dari penjualan ayam kampung, kakek Harun kembali menyetor uang sebesar Rp 8 juta.
Untuk melunasi kekurangan biaya pendaftaran haji ke biro itu, kakek Harun harus merelakan menjual dua sapi betina kesayangannya yang dipelihara selama 2 tahun setelah mendapat kabar masuk kuota keberangkatan haji tahun 2023 ini.
Masing - masing sapinya laku dengan harga berbeda, sapi betina yang besar laku Rp 10 juta dan sapi betina yang kecil laku Rp 7.5 juta.
Berkat penjualan sapi peliharaannya tersebut, kakek Harun pada 29 Maret 2013 membayar kekurangan biaya pendaftaran hajinya sebesar Rp 13 juta.
Setelah itu, pada 10 April 2023, kakek Harun langsung melunasi sepenuhnya dengan kekurangan biaya pelunasan senilai Rp 10 juta.
"Bulan puasa kemarin dua sapi saya yang dijual untuk melunasi kekurangan biaya berangkat haji itu," ujar kakek Harun.
Kakek Harun tak menyangka bisa menunaikan rukun Islam yang ke-5 tahun ini. (*)
Sumber Tribun Jatim.
Heboh Bocah Terjepit Eskalator di Mal Palembang |
![]() |
---|
Profil Eko Patrio Anggota DPR Pelawak, Viral Joget Sound Horeg Dianggap Nantang, Kini Minta Maaf |
![]() |
---|
Dukun di Percut Sei Tuan Diduga Bunuh Pasien dan Coba Perkosa Anaknya, Jasad Dibuang di Paluh Merbau |
![]() |
---|
Preman di Langkat Ditangkap Usai Ancam Bunuh Satu Keluarga, Korban Sempat Menginap di Polres |
![]() |
---|
Sebelum Wafat, Mpok Alpa Ungkap Pengalaman Aneh Disuruh Makan Bunga Kantil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.