Amalan dan Doa
Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap, Niat, Witir, Dzikir dan Doa yang Mustajab
Selain melaksanakan sholat, berikut ini adalah beberapa dzikir dan doa sholat Tahajud yang mustajab memiliki keistimewaan dan kekuatan tersendiri.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM--Tahajud adalah salah satu sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur dan sebelum waktu sholat subuh.
Sholat tahajud memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan fisik maupun mental, dan tentunya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sholat ini memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Selain melaksanakan sholat, dzikir dan doa yang dilakukan dalam sholat Tahajud juga memiliki keistimewaan dan kekuatan tersendiri.
Berikut ini adalah beberapa dzikir dan doa sholat Tahajud yang mustajab:
Dzikir-dzikir Tahajud:
a. Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. (3x)
b. La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. (10x)
c. Astaghfirullahal 'azim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih. (3x)
Doa-doa Tahajud:
a. Allahumma lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta qiyamus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta rabbus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta al-haqq wa wa'duka al-haqq, wa liqa'uka haqqun, wa jannatuka haqqun, wa naru haqqun, wa nabiyyuka haqqun, wa Muhammadun haqqun, wa al-sa'atu haqqun, Allahumma lakal hamdu kama yanbaghi li jalali wajhika wa 'azimi sultanih. (Dibaca setelah salam)
b. Rabbighfir li wa liwalidayya wa lil mu'minina yawma yaqumul hisab. (3x) (Dibaca sebelum salam)
c. Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'a, wa rizqan tayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan. (Dibaca setelah salam)
d. Allahumma inni a'udhu bika min 'adzabil qabri, wa a'udhu bika min fitnatil masihid dajjal, wa a'udhu bika min fitnatil mahya wal mamat. Allahumma inni a'udhu bika minal ma'thami wal maghram. (Dibaca setelah salam)
Dzikir dan doa-doa di atas adalah beberapa contoh yang bisa diamalkan saat melaksanakan sholat Tahajud.
Namun, tidak terbatas pada dzikir dan doa tersebut saja.
Anda juga dapat melakukan dzikir dan doa pribadi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda, karena Allah SWT menerima semua doa yang tulus dan ikhlas.
Keistimewaan Sholat Tahajud, membuat sebagian umat Muslim tidak mau melewatkannya.
Sebab selain sholat sunnah paling utama, sholat malam ini jadi waktu terbaik mengucap doa-doa.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasulullah SAW pernah ditanya, "Apakah sholat yang lebih utama sesudah sholat lima waktu?" Beliau menjawab, 'Sholat malam'," (HR. Muslim).
Rasulullah bersabda, "Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do'a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya." (HR. Muslim no. 757).
Bacaan Niat dan Tata Caranya
Beberapa hal yang perlu dipahami mengenai cara sholat tahajud dan witir adalah sebagai berikut :
Niat sholat tahajud
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku (niat) shalat sunat tahajud 2 rakaat, karena Allah Ta’ala
Dalam prakteknya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan tata cara Sholat Tahajud yang benar. Yaitu melaksanakannya pada malam hari setelah tidur.
"Kalau tidur dulu namanya Sholat Tahajud, kalau tidak tidur namanya qiyamul lail," jelas Ustaz Abdul Somad, dikutip dari unggahan YouTube Dakwah Sejuk pada Jumat (30/8/2019).
Meski begitu, boleh-boleh saja melaksanakan Sholat Tahajud tanpa tidur terlebih dahulu.
"Jangan gara-gara tidak tidur lalu tidak Sholat Tahajud. Kalau tidak tidur ya qiyamul lail, sholat qiyamul lail," terang Ustaz Abdul Somad.
Sholat Tahajud sebaiknya dikerjakaan sendirian dan tidak berjamaah, boleh dikerjakan dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, 12 rakaat, atau sebanyak-banyaknya karena tidak ada batas maksimal dalam jumlah rakaatnya.
Niat Sholat Witir
Sholat witir merupakan sholat sunnah yang dikerjakan sebagai penutup ibadah sholat. Jumlah rakaatnya adalah ganjil.
Sholat witir umumnya terdiri dari 3 rakaat. Cara mengerjakannya yaitu dua rakaat satu salam, kemudian satu rakaat satu salam.
Ustadz Abdul Somad dalam video ceramahnya yang diunggah di YouTube Tristian Fajar, menjelaskan bahwa melaksanakan Sholat Tahajud tanpa Witir hukumnya sah, namun kurang sempurna.
"Sholat tahajud itu ditutup dengan salam, itu sah. Sholat tahajud saja tanpa witir pun sah, namun tidak sempurna," jelas Ustadz Abdul Somad.
Niat Sholat Witir sendirian 2 rakaat:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلىَ
Ushalli sunnatal witri rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya : "Saya menyengaja sholat sunah witir dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Niat Sholat Witir Sendirian 1 Rakaat:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعاَلىَ
Ushalli sunnatal witri rak'atan lillahi Ta'ala.
Artinya : "Saya menyengaja sholat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala).
Waktu Mengerjakan
Semetara Waktu mengerjakannya yaitu:
Sepertiga malam kira-kira pukul 22.00 WIB sampai 23.00 WIB
Seperdua malam diperkirakan kira-kira pukul 00.00 WIB sampai waktu 01.00 WIB
Dua pertiga malam sekitar pukul 02.00 WIB atau pukul 03.00 WIB sebelum sampai waktu Sholat Subuh.
Tata Cara
1. Takbiratul ihram (Allahu Akbar) sembari membaca niat sholat dalam hati.
2. Membaca doa iftitah
3. Membaca surat al fatihah
4. Membaca surat dalam Al Quran (misalnya surat pendek, Al Ikhlas, An Nash, Al Falaq)
5. Rukuk dengan tuma’ninah sambil membaca doa i’tidal
6. I’tidal dengan tuma’ninah sambil membaca doa i’tidal
7. Sujud dengan tuma’ninah sambil membaca doa sujud
8. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
9. Pada tahiyat akhir, membaca doa tahiyat akhir
10. Melakukan gerakan salam.
11. Setelah salam, disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa sholat tahajud.
Doa Sholat Tahajud
اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ
اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allaahumma lakalhamdu anta qayyimus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, laka mulku samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu, anta malikus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu, antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waliqaa uka haqqun, waqauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wannabbiyuuna haqqun, wa muhammadun sallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, wassa’atu haqqun.
Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa’alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu wamaa akhrartu, wamaa asrartu wamaa a’lantu, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
Aetinya: “Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi.
Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal.
Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan, tidak ada tuhan melainkan Engkau”. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad)
(Bangkapos.com/Zulkodri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/14022020_ilustrasi-salat1.jpg)