Senin, 4 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Kasus Penyakit Sifilis Naik di Bangka Belitung, Dewan Minta Pemda Berikan Perhatian Serius

Naiknya angka penderita penyakit sifilis di Provinsi Bangka Belitung menjadi perhatian anggota DPRD Bangka Belitung, 

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Anggota DPRD Bangka Belitung, Aksan Visyawan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Naiknya angka penderita penyakit sifilis di Provinsi Bangka Belitung menjadi perhatian anggota DPRD Bangka Belitung

Mereka meminta pemerintah daerah serius menyelesaikan persoalan peningkatakan kasus tersebut.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Bangka Belitung, penyakit sifilis terjadi peningkatan setiap tahun.

Baca juga: Pileg 2024 Kabupaten Bangka Barat Terdapat Penambahan Kursi DPRD dan Dapil

Baca juga: Pj Gubernur Bangka Belitung Jamin Pemenuhan Hak Disabilitas, Ketua KND Singgung Kesempatan Kerja

Tercatat pada 2021, ada 28 orang dengan rincian 10 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.

Pada tahun 2022, ada 36 orang dengan rincian 14 orang laki-laki dan 22 orang perempuan.

Data tahun ini hingga Mei 2023, ada 36 orang dengan rincian 14 orang laki-laki dan 22 orang perempuan.

"Jadi mengenai penyakit sifili naik di Babel ini tentu harus menjadi perhatian kita. Semua Dinas Kesehatan untuk evaluasi, lakukan penindakan dan program penanggulangan, penyakit ini. Semua aparatur dari dinkes, aparat penegak hukum untuk bertindak jangan sampai jadi keresahan di tengah masyarakat," kata Anggota Komisi IV DPRD Babel, Aksan Visyawan, kepada Bangkapos.com, Rabu (24/5/2023)

Dia menegaskan, perlu dicarikan solusi dalam upaya pemerintah berperan untuk menyelesaikan persoalan peningkatan kasus sifilis.

"Akar masalah harus diperhatikan pemerintah daerah. Untuk daerah yang memiliki lokalisasi itu juga perlu dicurigai, biang akar masalah. Kemungkinan terjadi seks bebas sehingga kasus ini merajarela," jelasnya

Politikus PKS ini meminta, aparat penegak hukum dan terkait lainnya, bersama-sama pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pencegahan terkait kasus ini.

"Perlu ada tim gabungan dari APH yang berkoordinasi dengan tim kesehatan, agar dapat sigab mengambil tindakan. Jangan sampai meresahkan warga," sarannya.

Aksan mengakui, penyakit sifilis merupakan penyakit yang menular, sehingga perlu diberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait dampaknya.

"Penyakit ini menular, terjadi karena seks bebas jadi tentu kalau sudah terdiaknosa harus diobati secara serius. Tentunya dinas teknis punya program untuk mengambil tindakan terhadap penyakit ini, seperti dilakukan pengobatan dengan baik, jangan sampai berdampak luas," pesannya. 

Baca juga: Upaya Pemberantasan Korupsi, KPK RI Cari Masukan Soal Kinerja Pemda Babel Lewat Ombudsman

Baca juga: Plang Larangan Tak Digubris, Volume Sampah di Lahan Kosong Perempatan Raskin Tua Tunu Membludak

Menurutnya, apabila kasus sifilis terus meningkat di Bangka Belitung, tentunya akan berdampak luas terhadap rumah tangga dan masyarakat Bangka Belitung

"Rumah tangga bisa terganggu, yang awalnya baik-baik saja. Ini akan jadi masalah momok menakutkan dari sisi kesehatan. Harapan kita penyakit ini tidak berkembang beranak pinak.
Harapkan kita penyakit ini menurun bahkan hilang biar kita aman," harapnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved