Berita Pangkalpinang
Minat Masyarakat Pangkalpinang Mengelola Bank Sampah Tergolong Minim
Umumnya, limbah sampah non organik seperti botol plastik dan kardus diolah kembali di Bank Sampah
Penulis: Antoni Ramli | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bank Sampah menjadi salah satu alternatif meminimalisir jumlah volume sampah yang dibuang warga secara sembarang.
Umumnya, limbah sampah non organik seperti botol plastik dan kardus diolah kembali di Bank Sampah.
Namun minat dan animo masyarakat mengola Bank Sampah masih tergolong minim di Kota Pangkalpinang. Demikian diungkapkan Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, Jumat (2/6/2023).
"Bank Sampah bisa menjadi salah satu alternatif meminimalisir volume sampah yang dibuang sembarangan. Memang Bank Sampah ini masih kurang familiar namun sudah ada yang kita gagas,"
Bartholomeus Suharto.
Kendati demikian, tak sedikit dari warga yang memanfaatkan banyaknya limbah sampah sampah non organik. Bahkan ada beberapa dari mereka yang awalnya memungut dan akhirnya membuka Bank Sampah.
"Ada yang dulunya dia yang mulung tapi sekarang dia menjadi bos daur ulang dan membuka Bank Sampah. Sebetulnya hal-hal seperti ini yang belum banyak terpikirkan," Bartholomeus Suharto.
Menurut Bartholomeus Suharto, ada beberapa pertimbangan pihaknya tidak menempatkan kontainer di sejumlah lokasi membuang sampah sembarang. Di antaranya tak sedap di pandang mata dan menimbulkan bau tak sedap.
Termasuk menempatkan kontainer di perempatan perumahan Raskin, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang Pangkalpinang, yang sampai saat ini masih ditemukan tumpukan sampah.
"Pengalaman kalau ditempatkan kontainer secara estetika jelek, mengganggu, bau. Banyak yang dirugikan. Kecuali kontainer di tempat yang betul, pelabuhan, terminal, stasiun dan area industri," pungkasnya.
(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/25052023sampah.jpg)