Minggu, 10 Mei 2026

Arti La Ilaha Illallah, Lengkap dengan Makna dan Keutamannya

Kalimat Laa Ilaaha Illallah disebut juga dengan kalimat tauhid, yakni kalimat yang mengagungkan Allah SWT...

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Sonora.id
Arti Laa Ilaaha Illallah 

POSBELITUNG.CO -- Seluruh umat Muslim tentu sudah tidak asing lagi dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah.

Kalimat ini tentu sudah dihafal oleh umat Muslim dan kerap diucapkan oleh lisan.

Namun tidak sedikit yang belum mengetahui makna kalimat Laa Ilaaha Illallah secara benar.

Kalimat Laa Ilaaha Illallah disebut juga dengan kalimat tauhid, yakni kalimat yang mengagungkan Allah SWT.

Melansir dari muslim.or.id, kalimat Laa ilaaha illallah [ لآإِلَهَ إِلاَّ الله ] yang benar adalah [ لآ معبود حق إِلاَّ اللهُ ] ) (Lâ ma‘bûda bihaqqin illallâh).

Artinya tidak ada sesembahan yang benar dan berhak untuk disembah kecuali hanya Allah saja.

Semua sesembahan yang disembah oleh manusia berupa malaikat, jin, matahari, bulan, bintang, kuburan, berhala, dan sesembahan lainnya adalah sesembahan yang batil, yakni tidak bisa memberikan manfaat dan tidak pula bisa menolak bahaya.

Pada kalimat [ لآإِلَهَ إِلاَّ الله ] terdapat empat kata yaitu:

Kata Laa ( لآُ) yang berarti menafikan, meniadakan semua jenis sesembahan, kata ilaah ( إِلَهَ) berarti sesuatu yang disembah, ata illa (إِلاَّ ) berarti pengecualian, dan kata Allah (الله ) yang memiliki arti bahwa Allah adalah ilaah/sesembahan yang benar.

Dengan demikian makna [لآإِلَهَ إِلاَّ الله ] adalah menafikan segala sesembahan selain Allah dan hanya menetapkan Allah saja sebagai sesembahan yang benar.

Dalam Surah Al Hajj: 62, Allah berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Allah juga berfirman dalam Surah Yunus : 106

وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذاً مِّنَ الظَّالِمِينَ

Dan janganlah kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah. sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim“.

Kalimat kalimat Laa Ilaaha Illallah memiliki keutamaan tersendiri, salah satu khasiatnya yakni terhindari dari api neraka.

Dalam hadis nabi disebutkan bahwa iblis berkata 'aku menghancurkan manusia dengan dosa dan manusia menghancurkan aku dengan kata laa ilaha illallaah'.

Oleh karenanya, perbanyaklah mengucapkan kalimat istighfar dan tauhid Laa Ilaaha Illallah.

Mengutip dari jabar.kemenag.go.id, dikisahkan ada seorang penyembah api bernama Bahrom.

Bahrom adalah seorang yang tidak baik perangainya.

Selain sebagai penyembah api, ia juga senantiasa minum-minuman keras hingga mabuk dan menikahi anaknya sendiri.

Namun lantaran satu kebaikannya memberi makan seorang ibu dan anak yang kelaparan, ia disayang Allah dan Rassulnya.

Satu kebaikan inilah yang kemudian membawa ia memeluk dan mengucapkan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah.

Singkat cerita, ada seorang ahli ibadah yang bermimpi bertemu dengan Rasulullah.

Dalam mimpinya Rasulullah meminta ahli ibadah ini untuk menyampaikan salam kepada Bahrom, salam itu pun kemudian disampaikannya kepada Bahrom.

Mendengar salam dari Rasulullah atas sebuah kebaikan yang dilakukan seumur hidupnya itu, Bahrom merasa terharu dan meminta untuk masuk Islam.

Baru saja Bahrom mengucapkan kata Laa Ilaha ilallaah ia meninggal dunia.

Namun Allah memberikan nikmat kepadanya dengan memasukan ia ke dalam syurga.

Meski begitu, dalam membaca kalimat Laa Ilaaha Illallah ini harus dengan makna yang benar.

Ulama tauhid menyepakati bahwa makna Laa Ilaaha Illallah adalah tiada tuhan kecuali Allah SWT. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya kecuali Dia.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laa Ilaaha Illallah adalah kalimat yang memurnikan ibadah dari berbagai sifat sirik dan hanya mengkhususkan ibadah kepada Allah SWT.

Kalimat Laa Ilaaha Illallah juga menjadi bentuk dengan setulusnya meyakini Allah hanya satu dan meninggalkan segala bentuk keburukan.

Ibn Umar r.a meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang sehingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mereka mendirikan shalat, membayar zakat."

"Setelah mereka mengerjakan hal itu maka mereka dipelihara darah dan hartanya oleh kami. Kecuali yang berkaitan dengan Islam, perhitungannya ada pada Allah SWT". (HR Al-Bukhari dan Muslim)

(BANGKAPOS.COM/Fitri Wahyuni)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved